33 C
Semarang
Kamis, 29 Oktober 2020

Lahan 1 Hektare Cuma Butuh 10 Menit

Drone Digunakan untuk Menyemprot Lahan Pertanian

Baca yang Lain

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Petani di Temanggung kini bisa lebih mudah kalau ingin menyiramkan pupuk cair atau pestisida ke lahan yang luas. Sekolompok pemuda yang sebagian besar dari komunitas Temanggung Aeromodelling Club berhasil membuat drone yang berfungsi untuk menyemprot tanaman. Tim bernama Hope yang terdiri dari 12 orang ini mendapatkan bimbingan dari Kodim 0706/Temanggung.

Dandim 0706/Temanggung Letkol Arm Yusuf Setiaji menuturkan, ide pembuatan alat penyiram pupuk cair berupa drone muncul pada April 2017 lalu. Tim membutuhkan waktu sekitar 8 bulan untuk merancang dan melakukan riset terhadap produk tersebut.

Tim merakit satu demi satu komponen yang mayoritas merupakan produk lokal lengkap dengan mesin utama yang didatangkan dari Tiongkok. “Dengan ketelitian dan kejelian tim, akhirnya berhasil menciptakan teknologi modern bidang pertanian alat semprot,” tuturnya di sela ujicoba drone Hope di Desa Candimulyo Kecamatan Kedu, Sabtu (3/2).

Yusuf menjelaskan, biaya produksi pembuatan alat tersebut mencapai Rp 125 juta. Drone Hope bisa mempersingkat waktu penyemprotan sawah. Bila dengan cara manual, 1 hektare lahan butuh waktu 2 hari, dengan drone cukup 10 menit saja.

Budi Utomo, salah satu petani warga Desa Candimulyo mengakui kelebihan drone tersebut. “Alat drone ini menggunakan teknologi autopilot, drone juga bisa menampung 16 liter cairan dengan beban maksimal seberat 75 kilogram,” ucapnya.

Tim perakit Hope Abdul Ghani berharap, agar produk drone ini tidak diperjualbelikan, namun cenderung menjual jasa. “Dengan penjualan jasa, harapannya kita bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak,” tukasnya. (san/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...