31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Rasio Elektrifikasi Jateng 96,3 Persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah mencatat rasio elektrifikasi (RE) Provinsi Jateng pada 2017 tercapai sebesar 96,3 persen dari target 94 persen. Meningkat dari capaian 2016 sebesar 93,51 persen. Capaian rasio elektrifikasi Jateng pada 2017 telah berada di atas realisasi capaian rasio elektrifikasi nasional sebesar 95,07 persen.

Rasio elektrifikasi adalah tingkat perbandingan jumlah penduduk yang telah mendapat listrik dengan jumlah total penduduk di suatu wilayah. Ini artinya, akses listrik di Jateng semakin merata dan bisa dirasakan semua warga.

Salah satu faktor utama pendukung capaian rasio elektrifikasi, yakni pekerjaan sambungan listrik rumah gratis bagi warga miskin sebanyak 6.163 KK yang sudah diserahkan pada Oktober 2017. Pemberian bantuan pemasangan listrik gratis ini merupakan program Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang sudah dilakukan sejak 2014.

Ganjar mengatakan, akses listrik untuk warga miskin ini dilaksanakan sebagai salah satu program pengentasan kemiskinan di Jateng. “Agar saudara kita sama-sama bisa menikmati listrik,” katanya, Minggu (4/2).

Program tersebut dinilai penting karena masih terdapat rumah di Jateng yang belum berlistrik. Data Dinas ESDM menyebutkan dari 9.220.238 rumah tangga, hingga akhir 2017 yang belum teraliri listrik sekitar 342.253 KK atau hanya 3,7 persen dari total jumlah rumah tangga.

“Rasio kita sudah melebihi target 2017 dan juga di atas capaian nasional. Kita sedang menuju target 2018 capaian rasio elektrifikasi 99 persen. Jadi, kita genjot lagi agar akses listrik di Jateng ini benar-benar bisa dinikmati warga, terutama mereka yang tidak mampu karena akan mendapat bantuan,” tambah Ganjar.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Teguh Dwi Paryono, mengatakan, penerima manfaat bantuan listrik gratis tersebut dibebaskan dari biaya sambungan listrik. Bantuan lainnya, yakni pulsa listrik sebesar Rp 200 ribu di awal pemasangan.

“Sifatnya stimulan, jadi setelah pulsa habis ya diharapkan membayar sendiri, tapi meski prabayar kan ini listrik yang subsidi dari pemerintah, jadi tetap murah,” katanya.

Saat ini, kata Teguh, pihaknya terus melakukan verifikasi lapangan bersama dengan PLN dan aparat setempat terkait data masyarakat tidak mampu yang berhak menerima bantuan listrik gratis.  “Data ini memang masih menjadi salah satu kendala, karena ada perbedaan antara data masyarakat tidak mampu yang berhak menerima bantuan listrik gratis di pemerintah dan PLN. Karena itu, dilakukan verifikasi langsung agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” tandasnya.

Faktor pendukung meningkatnya capaian rasio elektrifikasi di Jateng lainnya yakni terlaksananya pembangunan jaringan listrik pedesaan sepanjang 11,5 Km di Kabupaten Pati, Wonogiri, Boyolali dan Pekalongan. Hal ini, ungkap Teguh, tercapai berkat kerja sama yang baik antara kabupaten/kota, BUMN, swasta dan masyarakat.

Sedangkan upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan capaian rasio elektrifikasi, tambah Teguh, yakni melaksanakan pembinaan dan pengawasan usaha ketenagalistrikan, melakukan pengawasan teknis, dan audit instalasi tenaga listrik. Sertifikasi kompetensi tenaga teknik listrik pada instalasi pemerintahan, serta mendorong berkembangnya industri dan bantuan pemasangan listrik bagi masyarakat. (amh/hms/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here