Metode Open Ended Tingkatkan Kreativitas Siswa

spot_img

RADARSEMARANG.COM – TUJUAN Pendidikan nasional menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mewujudkan tujuan tersebut perlu dikembangkan kecakapan dalam proses pendidikan, diantaranya adalah peningkatan kreativitas peserta didik.

Kreativitas menurut Hurlock (2000: 4) adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk, atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru. Kemampuan menciptakan sesuatu yang baru sudah harus dimulai ketika peserta didik berada pada jenjang Sekolah Dasar (SD). Hal ini karena SD merupakan jenjang pendidikan formal yang paling awal. Kurikulum baru yang mulai diterapkan pada tahun pelajaran 2014/2015 adalah Kurikulum 2013. Dalam Permendikbud Nomor 65 tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa prinsip pembelajaran yang digunakan pada Kurikulum 2013 adalah pembelajaran terpadu dengan pendekatan tematik integratif.

Salah satu mata pelajaran yang diajarkan di SD adalah matematika. Menurut Erman Suherman, et.al (2003: 25) matematika sebagai ratu atau ibunya ilmu dimaksudkan bahwa matematika adalah sebagai sumber dari ilmu yang lain. Artinya adalah banyak ilmu-ilmu yang penemuan dan pengembangannya bergantung dari matematika. Begitu pentingnya matematika sehingga pembelajaran matematika diberikan pada semua jenjang pendidikan mulai dari SD hingga perguruan tinggi (PT).

Baca juga:   Dampak Pandemi Covid 19 Terhadap Pendidikan

Peserta didik hanya bekerja secara prosedural dan menghafal rumus matematika tanpa menggunakan penalaran. Hal ini mengakibatkan suasana belajar menjadi pasif. Proses berpikir kreatif jarang dilatihkan oleh guru dibuktikan dengan guru hanya memberikan soal-soal yang ada dibuku. Soal-soal yang dimuat pada buku pelajaran sebagian besar hanya meliputi tugas-tugas yang harus mencari satu jawaban yang benar, sedangkan kemampuan berpikir yang memungkinkan berbagai kemungkinan jawaban atas suatu masalah jarang sekali muncul.

Kemampuan berpikir peserta didik sering terabaikan karena guru cenderung memfokuskan pada pengembangan berpikir analisis saja, padahal perkembangan berpikir kreatif sangat penting karena perkembangan berpikir kreatif peserta didik merupakan perubahan yang sangat mendasar dalam proses pembelajaran. Salah satu hal yang mampu membuat peserta didik mampu meningkatkan kreativitas dalam muatan pelajaran matematika adalah guru hendaknya mampu memilih dan menerapkan pendekatan pembelajaran yang lebih tepat dalam proses belajar mengajar disesuaikan dengan materi yang diajarkan.

Di antara beberapa pendekatan yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik dalam memecahkan masalah  pada pembelajaran matematika adalah dengan pendekatan open-ended. Penerapan pendekatan open-ended dalam pembelajaran matematika mempunyai tujuan tertentu.

Aspek kreativitas dapat ditingkatkan oleh pendidik melalui pendekatan open-ended. Hal ini dikarenakan pendekatan open-ended merupakan sebuah pendekatan yang diawali dengan pemberian soal terbuka kepada peserta didik dengan tujuan membuka wawasan dan pengetahuan peserta didik dan diharapkan dengan wawasan yang luas, kreativitas peserta didik dapat berkembang.

Baca juga:   PSBB di Rumah Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa

Selain memerhatikan pertanyaan yang berkualitas, masalah open-ended yang diberikan kepada siswa sebaiknya berkualitas tinggi. Selain masalah open-ended harus berkualitas, penerapannya juga harus benar-benar hati-hati. Hal itu sesuai dengan pendapat Hashimoto (1997: 13) menyatakan bahwa “when teaching with the open-ended approach, the teacher must carefully allocate and manage time because students are likely to generate many responses, both expected and unexpected, and all should be discussed and summarized. Guru dengan pendekatan open-ended dalam  mengalokasikan waktu harus berhati-hati karena mungkin saja siswa banyak yang memberikan tanggapannya baik sesuai atau tidak, dan semua itu harus didiskusikan dan disimpulkan.

Secara umum langkah-langkah pembelajaran matematika dengan pendekatan open-ended adalah sebagai berikut.Pendekatan open-ended dimulai dengan memberikan problem terbuka kepada peserta didik. Problem atau masalah yang diberikan adalah masalah yang berkaitan dengan materi yang akan dipelajari. Peserta didik melakukan beragam aktivitas untuk menjawab masalah yang diberikan. Peserta didik diberi waktu yang cukup untuk mengeskplorasi masalah tersebut. Beberapa peserta didik dengan pekerjaan yang berbeda diminta untuk mempresentasikan pekerjaannya di depan kelas. Peserta didik membuat rangkuman dari proses penemuan yang mereka lakukan.Peserta didik dan guru membahas solusi yang mungkin dari masalah yang diberikan. (tj3/bas)

Guru SDN Candisari, Banyuurip, Purworejo

Author

Populer

Lainnya