32 C
Semarang
Kamis, 24 Juni 2021

Jurus Jitu Agar Pelajaran Olahraga Semakin Disuka

RADARSEMARANG.COM – PELAJARAN Olahraga umumnya hanya diminati oleh sebagian besar siswa laki-laki. Meskipun jam olahraga sangat dinantikan, namun hanya sebagai alasan agar siswa dapat keluar dari kebosanan rutinitas di dalam kelas. Masih banyak siswa perempuan yang hanya duduk-duduk di pinggir lapangan untuk ngadem. Tolak peluru dan lempar lembing merupakan olahraga yang kurang diminati siswa. Faktanya ketika guru memberikan penjelasan di lapangan, hanya barisan depan yang lebih antusias memperhatikan penjelasan guru. Guru olahraga pada umumnya mengajar di lapangan secara monoton seperti pemanasan, penjelasan dan praktik. Di saat penjelasan, hanya barisan depan yang memperhatikan, apalagi suara guru tidak sampai barisan belakang. Di sisi lain, materi tolak peluru dan lempar lembing memerlukan teknik yang lebih detail untuk dipelajari.

Melihat fakta ini, penulis tergerak untuk mengubah pola pembelajaran yang dilakukan dengan mengoptimalkan video pembelajaran. Melalui penelitiannya, penulis tidak hanya memanfaatkan lapangan sebagai kelas namun menggunakan ruang media untuk mengamati video pembelajaran  tentang gerakan tolak peluru dan lempar lembing yang dilakukan oleh atlet internasional. Di dalam kegiatan tersebut, siswa mengamati, menganalisis teknik-teknik yang digunakan sehingga menghasilkan lemparan yang jauh. Ketika pembelajaran berlangsung terlihat bahwa siswa lebih memperhatikan dibandingkan pembelajaran sebelumnya secara langsung dari guru. Didukung dengan suasana ruangan yang lebih tenang, media tersebut mampu mengalihkan perhatian siswa, karena didahului dengan tampilan event-event perlombaan atletik di tingkat internasional yang dapat memotivasi pentingnya mempelajari materi.

Kegiatan berikutnya, siswa melaksanakan kegiatan praktik tolak peluru dan lempar lembing dengan meniru teknik yang sudah dipelajari sebelumnya. Penggunaan media video pembelajaran ternyata memberikan efek yang positif terhadap perhatian dan keaktifan peserta didik sehingga sebagian besar peserta didik mampu menerapkan teknik-teknik yang baik pada saat praktik tolak peluru dan lempar lembing yang lebih baik, terbukti dari ketuntasan belajar dari 58 persen meningkat menjadi 77 persen.

Secara kognitif, media video pembelajaran yang digunakan mampu memberikan gambaran lebih utuh tentang materi tolak peluru dan lempar lembing, bahkan mendorong imajinatif siswa untuk mencoba melakukan gerakan-gerakan. Pembelajaran yang dilakukan juga menuntut secara individu maupun kelompok untuk membuat rangkuman bagaimana proses gerakan tolak peluru dan lempar lembing, sehingga siswa benar-benar memperhatikan apa yang disimulasikan dalam media pembelajaran. Menurut LAN (2011), media video pembelajaran memiliki fungsi psikologis, kognitif, imajinatif dan motivasi yakni mampu memfokuskan, menggugah emosi dan perasaan, meningkatkan penerimaan dan pemahaman, sedangkan secara kognitif mampu menghadirkan obyek-obyek sehingga dapat menstimulasi munculnya gagasan, merangsang imajinasi dan mendorong terlibat aktif dalam proses pembelajaran.

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here