Tampung Usulan, DPRD Bahas 19 Raperda

  • Bagikan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Setelah menampung berbagai masukan masyarakat dan usulan eksekutif, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang 2018 ini menargetkan akan menyelesaikan sebanyak 19 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Empat di antaranya merupakan inisiatif DPRD Kota Semarang. Sedangkan sisanya merupakan usulan dari eksekutif atau jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

“Kami menerima banyak masukan dan usulan, baik dari masyarakat maupun eksekutif. Setelah dikaji, sedikitnya ada 19 Rancangan Peraturan Daerah(Raperda) yang akan kami selesaikan tahun ini,” katanya Ketua Badan Pembentukan Perda (BPP) DPRD Kota Semarang, Fajar Rinawan Sitorus,kemarin.

Semua Raperda yang ditetapkan mendesak dilakukan pembahasan lebih lanjut. Sebab, Raperda tersebut rata-rata berkaitan dengan kepentingan masyarakat. “Dari 19 Raperda, empat di antaranya usulan legislatif. Sedangkan sisanya adalah usulan eksekutif. Kebanyakan memang usulan dari Pemkot Semarang yang mendesak dibahas,” katanya.

Raperda yang akan dibahas di antaranya adalah Raperda Pembentukan BPR Syariah Kota Semarang, Raperda Pembentukan Bank Pasar Kota Semarang, Raperda Keolahragaan, Raperda Penataan Sanitasi dan Raperda Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kota Lama. “Selain itu juga Raperda lain yang menyangkut internal DPRD dan Pemerintah Kota Semarang,” katanya.

Dia berharap pembahasan Raperda ini berjalan lancar. Sehingga Raperda tersebut segera disahkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu menjadi payung hukum bagi Pemerintah Kota Semarang dalam menjalankan roda pemerintahan.

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi sebelumnya mengatakan, ada dua Perda di Kota Semarang yang dihapus, yakni Perda Nomor 2 tahun 2013 tentang pengelolaan air tanah, dan Perda Nomor 20 tahun 2011 tentang Izin Gangguan atau dikenal izin HO (Hinder Ordonantie).

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *