Tingkatkan Keterampilan Menyimak dengan Daring

spot_img

RADARSEMARANG.COM – MATA Pelajaran Bahasa Inggris termasuk kelompok Muatan Nasional. Yang berarti mata pelajaran tersebut menjadi perhatian Pemerintah Pusat, dan berlaku untuk seluruh daerah yang ada di Indonesia. Kompetensi Dasar (KD) siswa dalam menguasai mata pelajaran Bahasa Inggris ada dua yaitu Pengetahuan dan Keterampilan. Menyimak atau Listening adalah kompetensi keterampilan. Dua Kompetensi Dasar(KD) ini meliputi empat kemampuan berbahasa yaitu, menyimak atau mendengarkan, membaca, berbicara dan menulis.

Kemampuan mendengarkan atau menyimak (listening skill) yaitu pemahaman siswa dalam mendengarkan teks lisan dan memberi respon terhadap teks tersebut. Kemampuan membaca (reading skill) yaitu kemampuan siswa dalam memahami berbagai jenis teks bacaan seperti teks fungsional pendek maupun teks berbentuk genre. Kemampuan berbicara (speaking skill) yaitu kemampuan siswa dalam memberi respon berbentuk language function (fungsi kebahasaan). Kemampuan menulis (writing skill) yaitu kemampuan dalam menulis teks bahasa Inggris. Jadi keempat keterampilan bahasa tersebut seharusnya dikembangkan sesuai dengan tingkatan pendidikan yang ditempuh siswa secara proporsional.

Pembelajaran keterampilan mendengarkan atau menyimak (listening) di Sekolah dianggap salah satu yang sulit, namun sering diabaikan, karena guru di sekolah biasanya lebih mementingkan pengajaran keterampilan berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing). Juga ada anggapan umum di masyarakat bahwa seseorang dapat berkomunikasi dengan baik, bila ia dapat berbicara dengan baik. Padahal keterampilan mendengarkan atau menyimak juga penting perannya dalam berkomunikasi.

Baca juga:   Integrasi Budaya Lokal Memudahkan Pembelajaran Bahasa Inggris

Kurikulum 2013 memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mendapatkan perubahan dalam pembelajaran. Perubahan kurikulum 2013 berjalan secara bertahap, dengan memberikan pelatihan bertingkat kepada guru dan menyediakan buku teks sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan yang ada. Pelatihan dan menyediaan bahan pelajaran atau buku teks, tersebut diharapkan dapat memenuhi target pemerintah dalam penilaian siswa di akhir tahun pelajaran.

Guru sebagai agen pembelajaran yang sangat penting dalam pencapaian kompetensi siswa. Oleh karenya, guru dituntut membuat perkembangan materi ajar. Pengembangan materi ajar tersebut dapat diperoleh dengan pelatihan dan kerja kelompok dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sekolah ataupun Kelompok Kerja yang lain. Bahan ajar tersebut diajarkan secara tatap muka dikelas, dan bisa juga diberikan kepada siswa untuk diakses luas diluar jam pelajaran, karena alokasi waktu pembelajaran Bahasa Inggris di Sekolah Menengah Kejuruan, hanya dua jam pelajaran tiap minggu, sehingga dirasakan oleh siswa dan guru masih kurang. Pelatihan dan pemenuhan buku teks oleh Pemerintah belum maksimal, dalam mencapai target penilaian siswa di akhir tahun. Oleh karenanya, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan keterampilan menyimak (listening) dengan memanfaatkan sumber belajar yang ada di internet.

Baca juga:   Belajar Ancaman Terhadap Kedudukan NKRI dengan Edmodo

Author

Populer

Lainnya