Dada Korban Dipukul dan Ditendang

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Petugas Satreskrim Polres Wonosobo menggelar rekonstruksi pengeroyokan yang berujung tewasnya seorang pelajar MTs Wadaslintang Ahmad Eko Prasetyo. Rekonstruksi yang berlangsung Gedung Serbaguna Polres Wonosobo, Jumat (2/2).

Seluruh adegan dilakukan oleh pemeran pengganti karena seluruh tersangka yang masih pelajar SMP dititipkan di Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Antasena Magelang. Ada 14 adegan diperagakan, sesuai hasil penyidikan kepada para saksi dan para pelaku yang berinisial A, D dan S.

Peristiwa tersebut diawali dari perselisihan antara korban dan pelaku A saat hendak berangkat sekolah. Kemudian peristiwa pencegatan oleh para pelaku di Jembatan Kepodang Ngalian Wadaslintang dilanjutkan pemukulan hingga korban ditolong warga sekitar.

Kapolres Wonosobo AKBP Abdul Waras melalui Kasubbag Humas AKP Marino menuturkan, dari reka adegan tersebut diketahui bahwa korban dipukul bertubi-tubi oleh para pelaku. “Oleh pelaku A, korban ditampar sebanyak 3 kali pada bagian pipi dan dipukul pada bagian dada menggunakan tangan terkepal sebanyak 1 kali hingga terjatuh. Sedangkan oleh pelaku D, ditendang pada bagian dada sebanyak 1 kali dan diinjak pada pergelangan kaki sebanyak 1 kali,” katanya.

“Sementara itu, oleh pelaku S, korban dipukul menggunakan tangan terkepal di bagian dada sebanyak 1 kali. Dua pukulan dan 1 tendangan di bagian dada korban itulah yang kami duga sebagai penyebab kematian korban,” tambahnya.

Dari hasil reka adegan tersebut, korban sempat ditolong oleh teman dan warga sekitarnya sebelum dibawa ke Puskesmas Wadaslintang. “Namun ternyata, nyawanya tidak dapat terselamatkan. Korban menderita sejumlah luka memar pada bagian tubuhnya dan yang terparah pada organ hati dan paru-paru,” lanjut Marino.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...

More Articles Like This

- Advertisement -