Buntu, Reskrim Limpahkan ke Laka

  • Bagikan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Polres Semarang belum menemukan unsur pidana yang diduga dilakukan Nur Chamid, 51, kepada istrinya, Sri Rahayu 40, warga Dusun Macanan RT 07 RW II, Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, yang meninggal setelah jatuh dari angkot yang dikemudikan suaminya. Karena menemukan kebuntuan, pihak Sat Reskrim Polres melimpahkan kasus tersebut ke Unit Laka Lantas.

“Dari gelar awal, kami saat ini belum bisa menemukan ada unsur pidana. Maka kami limpahkan penanganannya ke Unit Laka Lantas,” ujar Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana, Jumat (2/2).

Dijelaskan Yusi, saat pemeriksaan Chamid tetap bersikukuh memberikan keterangan ke polisi bila korban loncat dari mobil angkot H 1055 BB yang ia kemudikan. Setelah loncat dari angkot, korban terjatuh dan kepalanya terbentur batu.

“Unit laka akan menyelidiki kasus tersebut untuk menyimpulkan apakah peristiwa tersebut memenuhi unsur kecelakaan lalu lintas atau bukan. Temasuk apakah ada unsur kelalaian,” terangnya.

Dari olah TKP yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Semarang diketahui bila korban ketika pulang kerja di pabrik briket arang berpapasan dengan suaminya yang saat itu mengendarai angkot, kemudian ikut naik angkot.

Selain korban, ada satu penumpang di dalam angkot yang harus diantar Chamid ke Pasar Kembangsari Tengaran. Setelah mengantar penumpang tadi, korban dan Chamid balik arah ke Kota Salatiga.

“Setelah itu baru ada peristiwa tersebut. Pengakuan Chamid, korban loncat dari kendaraan,” kata Yusi. Namun saat ditanya apa penyebab korban loncat dari angkot, Yusi tidak membeberkannya. Melihat korban loncat dari angkot Chamid kemudian menolong.

Selain memeriksa Chamid, polisi juga telah memeriksa saksi. Termasuk akan mencari rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian. Terkait hasil visum yang menyebutkan terdapat luka lebam di tubuh korban, Yusi mengatakan akan dibuktikan lagi. Apakah luka itu berasal dari kekerasan fisik yang dilakukan oleh Chamid atau tidak.

Polisi juga akan memperbanyak keterangan saksi mata di sekitar TKP. Perkembangan informasi yang didapat akan disinkronkan dengan hasil pra-rekonstruksi di TKP. “Nur Chamid masih kita amankan, bukan ditahan,” katanya. (ewb/zal)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *