33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Pedagang Keluhkan Fasilitas Pasar Simongan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sejumlah pedagang Pasar Simongan Semarang mengaku siap menempati bangunan baru. Namun mereka mengeluhkan pembangunan yang digarap oleh kontaktor PT Dinamika Persada Sehati ini tidak selesai.  Meski telah dilakukan perpanjangan waktu pengerjaan hingga 1 bulan, PT Dinamika Persada Sehati ini tidak bisa menyelesaikan pembangunan. Sejumlah bagian penting belum terpasang.

“Banyak kekurangan fisik yang belum diselesaikan oleh kontraktor. Padahal beberapa kekurangan tersebut merupakan bagian penting. Misalnya, pintu kios atau rolling door. Dari 19 kios, baru 5 yang sudah ada rolling door-nya,” kata Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Simongan, Fathur Rohman, kemarin.

Selain itu, banyak fasilitas pasar yang belum diselesaikan. Di antaranya, pintu kios, tempat ibadah, toilet, instalasi listrik, jaringan air, jalan masuk pasar dan lain-lain. “Selain pintu kios, pintu utama Pasar Simongan juga belum ada. Tentu ini memprihatinkan. Kalau pintu saja tidak ada, maka keamanannya akan rangat rawan,” ujarnya.

Meski begitu, para pedagang direncanakan akan menempati kios dan los mulai Februari minggu pertama ini.

Fathur menilai, kondisi Pasar Simongan yang tidak bisa selesai ini merupakan kesalahan kontraktor. Mereka sudah meminta perpanjangan waktu, tetapi tetap saja tidak selesai. “Kami minta agar Dinas Perdagangan Kota Semarang melengkapi sarana prasarana yang belum ada,” katanya.

Dalam pemindahan pedagang ke bangunan baru nanti, kata dia, pedagang bersedia mengeluarkan biaya. “Tetapi biaya yang wajar untuk pindahan. Sebenarnya kami menerima kondisinya seperti apapun. Diberikan tempat untuk berjualan saja itu sudah bagus. Tetapi kalau untuk membiayai fasilitas yang kurang, kami tidak mampu. Maka dari itu, demi keamanan kami minta Dinas Perdagangan mengusahakannya,” ujarnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gudang Terbakar, 2 Orang Luka

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Sebuah kebakaran kemarin terjadi di Dukuh Pucang, RT 1 RW 8, Desa Batursari, Kecamatan Mranggen. Api membakar gudang cat ukuran 5...

Hanya 29 yang Daftar Calon DPD RI

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pendaftaran jalur persorangan anggota DPD RI di Jateng bisa dibilang kurang peminat. Sebab, pendaftaran yang dibuka 22-26 April 2018 kemarin, hanya...

Ganjar Belum Dapat Bocoran Rencana ’Disneyland’

SEMARANG - Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku belum mendapatkan bocoran mengenai rencana pembangunan ”Disneyland” di Kabupaten Boyolali. Dia pun enggan berkomentar banyak terkait wacana...

Rawan Longsor, Belasan Warga Masih Mengungsi

MUNGKID-- Belasan warga asal Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang masih belum berani kembali ke rumahnya masing-masing. Hal itu dikarenakan rumah mereka berada dalam kondisi bahaya...

Perubahan Aturan Bikin Pusing PSIS

SEMARANG – Menjelang bergulirnya kompetisi Liga 2 atau Divisi Utama yang diikuti PSIS, manajemen tim berjuluk Mahesa Jenar ini masih dipusingkan dengan regulasi. Terutama...

Keluhan Diarahkan ke Kemala Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bagi warga Jateng yang ingin menyampaikan keluhan terkait layanan publik, jika selama ini mengadu lewat akun twitter @ganjarpranowo, diimbau untuk menggunakan...