33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

Genangan Air Tercemar Limbah

Sembilan Kelurahan Terendam Banjir

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Hujan deras yang terus mengguyur Kota Pekalongan, Jawa Tengah, sejak Rabu (31/1) malam  hingga Kamis (1/2) pagi mengakibatkan sembilan kelurahan terendam banjir dan rob.

Tak hanya itu, duka warga Pekalongan yang terkena dampak banjir semakin dalam, ketika genangan air juga mengandung limbah batik. Sehingga air semakin keruh dan berbahaya bagi kesehatan.

“Air banjirnya kalau pagi biru, siang merah, sore kuning, ini dari limbah batik. Selain semakin kotor juga pasti beracun,” ucap MD Thuail, warga Kelurahan Pasirkratokramat Kecamatan Pekalongan Barat yang sudah beberapa hari ini jadi korban banjir.

Ditambahkan Thuafil, daerahnya sudah beberapa hari ini terendam banjir. “Seminggu ini belum surut, malah semakin deras pada Rabu malam (31/1) membuat ketinggian air,dari sebelumnya satu mata kaki kini air sampai betis kaki orang dewasa,” sambungnya.

Warga korban banjir juga mengeluhkan kurangnya ketersediaan air bersih. Selain air sumur semakin tercemar dengan banjir, rob dan ditambah limbah batik. Pasokan air dari PAM setempat juga mati total, sehingga warga sangat kesulitan dalam aktifitas.“Kami semakin tersiksa, karena sudah tiga hari ini air PAM mati total, kami sangat kesulitan air bersih,untuk kebutuhan konsumsi dan mandi,” ucapnya.

Bahkan kata, Thufail, keluarganya harus mengungsi ke kantor tempat bekerja untuk sekedar mandi dan buang hajat. Sehingga berharap, penderitaan tersebut segera berakhir, minimal air PAM bisa nyala lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...