RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Grand Artos Magelang mengajukan 9 bukti atas gugatan yang diajukan PT Inter Sports Marketing Avisena Dyatmaka akibat diduga melakukan perbuatan melanggar hak cipta setelah menayangkan siaran 2014 FIFA World Cup Brazil (Piala Dunia Brazil 2014). Bukti diajukan dalam sidang beragendakan pembuktian di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Kamis (1/2).

“Kami ajukan 9 bukti, mulai akta pendirian, surat dari Kemenkum HAM yang menyebutkan perjanjian lisensi harus terdaftar atau tercatat di Kemenkum HAM, undang-undang tentang bendera dan bahasa, serta sejumlah berkas surat,” kata kuasa hukum PT Grand Artos Magelang, Eka Windiharto usai sidang.

Eka menyebutkan, dari kajian pihaknya sesuai surat yang diterima dari Kemenkum HAM jelas menerangkan belum ada aturan pelaksanaan maupun pencatatan lisensi perjanjian antara The Federation Internationale de Football Association (FIFA) dengan PT Inter Sports Marketing Avisena Dyatmaka.

“Dalam surat Kemenkum HAM juga belum ada tercatat yang menerangkan perjanjian FIFA dan PT Inter Sports. Melainkan perjanjian antara keduanya hanyalah mengingat antara kedua belah pihak saja,” kata dia.

Dalam berkas gugatan yang dipimpin Majelis Hakim Purwono Edy Santoso tersebut, PT Inter Sports Marketing Avisena Dyatmaka meminta majelis hakim dalam putusannya menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya, menyatakan sah dan berharga sita jaminan terhadap atas barang-barang tidak  bergerak dan  barang-barang  bergerak  milik  tergugat. Selain itu menyatakan perjanjian lisensi tertanggal 5 Mei 2011 antara PT Inter Sports Marketing (penggugat) dengan FIFA adalah sah.