33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

33 Pengungsi Tunggu Kejelasan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Sudah mengungsi selama 24 hari, nasib warga terdampak tanah PTPN IX yang amblas di Dusun Bendo, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen belum juga jelas. Lantaran, belum diperoleh kesepakatan antara pihak warga dan PTPN IX.

Sebanyak 12 kepala keluarga (KK) total 33 jiwa saat ini mengungsi di dua rumah tetangga mereka di wilayah yang sama yang tidak terdampak. Antaralain di rumah Muriam, 60, sebanyak 10 KK, dan Suji, 40, sebanyak 2 KK. “Kami mengungsi sejak tanggal 9 Januari lalu,” ujar Suprihati, 27, yang mengungsi di rumah Muriam, Kamis (1/2) kemarin. Suprihati bukan kali pertama ini mengungsi. Sewaktu anaknya masih kecil, pernah mengungsi karena rumahnya roboh terkena tanah gerak.

Pengungsi lain, Jumain, 32, mengatakan kesehariannya di pengungsian, semenjak magrib warga yang mengungsi berdatangan. Siang beraktivitas seperti biasa, seperti mencari rumput, bekerja di pabrik maupun bekerja di PTPN. “Siang kalau turun hujan berkumpul di sini,” ujar Jumain yang mengungsi bersama satu keluarganya.

Selama di pengungsian, diakuinya, telah mendapat bantuan logistik dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang. “Kemarin sore kiriman logistik datang berupa mi instan, kopi, gula dan air mineral. Untuk malam hari rata-rata sekali menanak nasi sekitar 4 kilogram,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh pengungsi lain di rumah Muriam, Hendro Pujiyanto, 28. Bahkan, beberapa perabotan rumah tangga miliknya, turut dibawa ke tempat pengungsian.

Kendati begitu, diakuinya, warga enggan direlokasi lantaran lokasi yang digunakan untuk ganti rugi dinilai tidak sesuai. “Karena itu, kami meminta kejelasan nasib kepada Pemkab Semarang. Kami berharap, pemerintah memperhatikan nasib kami,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dewan Minta Warga Tambakrejo Legowo

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang meminta agar warga Tambakrejo, Semarang, yang menolak atas rencana relokasi ke Rusunawa Kudu, agar...

Polisi Tidak Akan Tilang Pelanggar

KENDAL—Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor agar segera melengkapi surat-surat kendaraannya. Jajaran satuan lalu lintas (Satlantas) Polres Kendal bakal menggelar operasi Simpatik Candi 2017....

Tanamkan Karakter dan Visi Hidup

RADARSEMARANG.COM - Kesibukan yang harus dilakukan Kastolani selaku wakil rektor dan suami sekaligus ayah dua anak tentunya cukup padat. Sejak mempersunting dr Mulyaningsih pada...

Jateng Siaga Darurat Bencana

SEMARANG - Sejumlah daerah di Jateng mulai diterjang bencana alam. Seperti banjir, tanah longsor, hingga angin puting beliung. Sejumlah bencana juga telah menelan korban...

Gapensi Semarang Genjot Kompetensi Anggota

SEMARANG – Geliat pembangunan kota Semarang makin terasa. Peran aktif berbagai pihak diharapkan guna menyukseskan pembangunan tersebut, termasuk Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi). Wali...

Senjata Api Polisi Diperiksa

MAGELANG - Kapolres Magelang Kota AKBP Hari Purnomo mengingatkan agar anggota kepolisian benar-benar mengamankan senjata api (senpi) mereka agar tidak ada penyalahgunaan. Hal ini...