Empat Pendaki Merbabu Dipaksa Turun

  • Bagikan
DITUTUP : Jalur pendakian Gunung Merbabu via Cuntel Kecamatan Kopeng ditutup sementara mengingat masih dilakukan perbaikan vegetasi, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITUTUP : Jalur pendakian Gunung Merbabu via Cuntel Kecamatan Kopeng ditutup sementara mengingat masih dilakukan perbaikan vegetasi, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Meski sudah dilakukan sosialisasi terkait larangan sementara pendakian ke Gunung Merbabu, masih saja ada yang nekat. Akibatnya, petugas tiket Taman Nasional Gunung Merbabu di Basecamp Cuntel Kecamatan Kopeng, Widarto, memaksa ada empat pendaki turun dari Jawa Timur saat hendak melakukan pendakian.

“Sebenarnya mereka sudah tahu kalau ada penutupan, tapi yang bersangkutan penasaran. Tapi tidak kami perbolehkan, kemudian balik dan akan naik Gunung Andong,” kata Widarto, Kamis (1/2) kemarin.

Kendati begitu, jelasnya, ada pengecualian bagi penelitian. Itupun harus membawa surat izin masuk kawasan konservasi (Simaksi) dari Balai Taman Nasional. Terkait tiket masuk pendakian, pada hari biasa sebesar Rp 16.000. Minggu dan libur nasional naik menjadi Rp 18.500. “Untuk pelajar maupun mahasiswa rombongan minimal 10 orang sebesar Rp 11.500. Sedangkan untuk turis mancanegara Rp 150 ribu,” katanya.

Terpisah, Koordinator SAR Kecamatan Getasan, Agus Surolawe mengatakan penutupan tersebut menyusul surat edaran dari Balai Taman Nasional Gunung Merbabu. “Di tutup hingga 28 Februari 2018 mendatang,” ujar Agus.

Di dalam surat tersebut dijelaskan lima jalur pendakian menuju Gunung Merbabu ditutup sementara. Yakni, Jalur Selo (Dusun Genting, Tarubatang), Jalur Suwanting (Dusun Banyuroto), Jalur Cunthel (Dusun Cunthel, Kopeng), Jalur Thekelan (Dusun Thekelan, Batur), dan Jalur Wekas (Dusun Kedakan, Kenalan) resmi ditutup sementara mulai 1 Februari 2018 mendatang. “Penutupan sementara seluruh jalur pendakian bertujuan untuk perbaikan jalur,” katanya.

Sedangkan Kepala Resort Kopeng, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I di Kopeng, Sukidi menegaskan bahwa selama jalur pendakian ditutup untuk perbaikan ekosistem. Hal ini agar tanaman tumbuh dan satwa yang ada tidak terganggu. “Kegiatan positif yang akan dilakukan antara lain bersih-bersih gunung maupun perbaikan jalur.,” kata Sukidi. (ewb/ida)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *