33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Makanan Tradisional, Inspirasi Siswa Cinta Budaya

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – PROVINSI Jawa Tengah yang terdiri atas 35 kabupaten dan kota banyak ditemui kuliner khas. Hampir di setiap daerah memiliki kuliner khas, berupa masakan, minuman, ataupun jajanan. Ada yang terbuat dari beras, ketan, kelapa, pisang, umbi-umbian, dan lain-lain.

Makanan tradisional merupakan makanan yang paling banyak mempunyai ciri khas di mana orang tersebut dilahirkan dan dibesarkan (Winarno, 1994). Dengan lebih spesifik, melekatnya tradisi-tradisi tersebut bisa ditandai dengan makanan tradisional yang dimakan oleh golongan etnik dalam daerah tertentu.

Makanan tradisional umumnya lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat yang berasal dari daerah tersebut, dan dikenalkan kepada masyarakat atau pendatang. Makanan tradisional diolah menurut resep yang diwariskan secara turun-temurun. Umumnya resep dalam makanan tradisional yang dibua toleh penduduk asli tersebut merupakan hasil resep turun-temurun dan biasanya lebih banyak diturunkan dalam keluarga. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar cita rasa khas makanan tersebut tetap bisa terjaga.

Makanan tradisional dibuat dari bahan-bahan lokal dan dibuat menurut keinginan sendiri, juga menurut tradisi setempat. Bahan-bahan untuk membuat makanan tradisional mudah didapat karena bahan-bahan dasarnya mudah dibeli dipasar yang menjual makanan tradisional tersebut, dan biasanya bisa diselarasakan menurut keinginan. Sehingga ada makanan tradisional yang rasanya pedas, manis, dan lain-lain.

Contoh salah satu makanan tradisional, yakni thiwul dikenal sebagai jajanan pasar yang merakyat. Makanan ini mudah ditemukan. Bila menurut sejarahnya, asal mula thiwul merupakan makanan pokok masyarakat pada zaman dahulu, ketika penjajahan Jepang dan sekitar tahun 1960-an. Thiwul dibuat dari ubi kayu yang dikeringkan (gaplek) dan dijadikan makanan pokok untuk menggantikan beras yang pada saat itu harganya sangat mahal, sehingga tidak setiap orang bisa membelinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Relokasi 1.300 Makam Sebulan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pengerjaan proyek pembangunan Jalan Tol Semarang-Batang memang dipercepat, untuk mengejar target agar bisa beroperasi pada Lebaran mendatang. Namun saat ini masih ada sejumlah...

Rumah Tropis Modern Bergaya Jepang

RADARSEMARANG.COM - RUMAH Bertipe Akasa yang memadukan konsep arsitektur rumah modern dengan iklim tropisnya yang dikombinasikan dengan arsitektur rumah ciri khas di Jepang saat...

IAIN Gelar Seminar Internasional SILiN 2017

SALATIGA – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menggelar Seminar Internasional bertema Literatur Nusantara (Silin). Kegiatan ini salah satunya bertujuan untuk mengeksplorasi peninggalan literatur...

Khatamkan Alquran Bersama Para Narapidana

DEMAK - Ada yang menarik di rumah tahanan (Rutan) Demak, kemarin. Para narapidana dan tahanan mengkhatamkan pembacaan Alquran 30 juz. Dari 2014 napi dan...

14 Hari Menjelang Pelaksanaan Harlah NU ke 92 tingkat PCNU kota semarang

RADARSEMARANG.COM - PCNU Kota Semarang menggelar kegiatan pada 31 Januari 2018 di MAJT. Waktu dimulai Jam 17.00 WIB  s/d  22.00 WIB. Agenda acara, semaan...

Selalu Terapkan Kedisiplinan

KENDAL - Kedisiplinan merupakan salah satu faktor penting untuk menghasilkan suatu kinerja baik. Hal inilah yang diterapkan dilingkungan pendidikan SD Negeri Magersari Kecamatan Patebon...