33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

PKL Taman KB Tolak Direlokasi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Menteri Supeno atau lebih dikenal dengan Taman KB Semarang menuntut kejelasan nasib kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Hal ini menyusul rencana pemkot merelokasi para PKL untuk memperlancar pembangunan Taman Indonesia Kaya yang kini tengah dikerjakan pihak ketiga.

“Rencana pembangunan tersebut disusun tanpa diketahui oleh para PKL yang berjualan di sekitar Taman KB. Hanya beberapa hari lalu, PKL Taman KB diminta untuk pindah,” ujar Sri Purwanto, koordinator aksi solidaritas yang digelar di depan Balai Kota Semarang, Senin (29/1).

Dalam aksi ini, para PKL, mahasiswa sejumlah pihak yang tergabung melakukan orasi, membacakan puisi dengan membawa poster bertuliskan “Sudah Rapi, Tertata dan Sesuai Aturan Hukum, Investor Datang Lalu Digusur,” “Semarang Hebat Tanpa Penggusuran”,  dan “Kami PKL Taman KB Menuntut Keadilan”.

Sri Purwanto menilai, ketidakjelasan relokasi yang ditawarkan oleh pemkot ini membuat para PKL merasa resah. Niatan yang dinilai serbamendadak ini, menurutnya, juga berisiko menurunkan bahkan menghilangkan pendapatan para PKL. ”Kalau kita tetep pengen yang lama, tapi direnovasi saja,” ujar Sri Purwanto.

Hal senada dikatakan Sri, 53, pedagang tahu gimbal Taman KB. Ia meminta agar PKL tidak digusur. Ia menolak jika dipindahkan ke shelter jagung bakar di Jalan Pandanaran II seperti yang ditawarkan oleh Dinas Perdagangan Kota Semarang. Menurutnya, di Taman KB terdapat 48 PKL dengan shelter berukuran 4×4 meter. Sementara itu, shelter jagung bakar hanya ada sekitar 39 dengan ukuran yang lebih kecil, yakni 3×3 meter.

”Kalau kami dipindah ke sana, mau jadi apa? Ukurannya sudah kecil, masih mau dibagi dua. Belum lagi kita ini kuliner, tentu asap jagung bakar juga akan mengganggu. Ini yang juga perlu dipikirkan,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diminta Kedepankan Transparansi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta perusahaan financial technology (fintech) untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Diantaranya, manajemen risiko, sehingga mendorong...

Lelang Jabatan Tunggu Izin Mendagri

SALATIGA -Keinginan pemkot Salatiga untuk melakukan lelang 10 jabatan eselon II belum bisa terealisasi. Pasalnya, hingga kini izin dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) belum...

UPGRIS Jadi Tuan Rumah

SEMARANG - Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) pada Agustus mendatang akan menjadi tuan rumah Passage to ASEAN (P2A) Journey Program. Kepastian ini didapatkan pasca UPGRIS...

RAN Ajak Peduli Lingkungan Rawa Pening

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Upaya pelestarian ekosistem alam Danau Rawa Pening penting dilakukan, mengingat danau ini merupakan satu dari 15 danau yang masuk ke dalam...

581 Mahasiswa UM Magelang Diwisuda

MAGELANG—Sebanyak 581 mahasiswa UM Magelang mengikuti wisuda sarjana dan ahli madya ke-67 periode 1 Tahun Akademik 2017 - 2018 pada Sabtu (30/9) lalu, di...

Mental Juara!

BANDUNG – PSIS benar-benar membuktikan kelasnya di laga perebutan juara ketiga yang sekaligus perebutan satu tiket tersisa menuju Liga 1 versus Martapura FC di...