33 C
Semarang
Rabu, 30 September 2020

Gunakan Kaleng Bekas, Sudah Dipasarkan Hingga Kalimantan

Mahasiswa Unissula Temukan Alat Pengusir Tikus Ramah Lingkungan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – Tiga mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang menciptakan alat pengusir tikus dari kaleng bekas. Namanya Kaldio. Bahkan, kini produknya tersebut sudah mulai dipasarkan di wilayah Jateng dan Kalimantan. Seperti apa?

MUHAMMAD ISMAIL LUTFI

TIKUS kerap menjadi momok yang menyebalkan. Tak hanya di lingkungan rumah, tapi juga di areal persawahan. Berhektare-hektare tanaman padi bisa ludes dalam sekejap akibat diserang kawanan tikus. Hal itulah yang memicu tiga mahasiswa Unissula ini menciptakan alat pengusir tikus yang ramah lingkungan. Ketiganya, Sri Wahyuti Hestiningsih (Fakultas Ekonomi Akuntansi), Achmad Arie Prativi (Teknik Elektro) dan Tri Puji Ardianti (Fakultas Ekonomi Akuntansi).

Menurut Achmad Arie Prativi, pembuatan alat pengusir tikus itu berawal saat dosennya memberikan tugas sebagai syarat kelulusan mata kuliah. Ia lantas bekerja sama dengan Sri Wahyuti Hestiningsih dan Tri Puji Ardianti lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Hingga tercetuslah ide membuat pengusir tikus dari kaleng bekas. Alat tersebut kemudian diberi nama Kal