33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Sulit Menindak, Karena Tak Ada Laporan Korban

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM – PRAKTIK tukang gigi dan jasa pemasangan behel di Semarang seakan tidak ada matinya. Selain di offline, mereka juga menawarkan jasa secara online di media sosial. Entah karena tren atau harganya yang murah, sehingga keberadaan mereka menjadi alternatif pilihan masyarakat.

Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Semarang, Dr drg Diyah Fatmasari MDSc mengatakan, jika jasa tukang gigi atau salon yang menyediakan layanan pemasangan behel atau veneer (gigi kelinci) memang sudah berlangsung cukup lama. “Pada tahun 2016, kami pernah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang dan pihak kepolisian dengan memberikan pengaduan adanya salon ilegal tersebut,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Sayangnya, tindakan ilegal tersebut belum bisa ditertibkan, karena pihak kepolisian tidak bisa melakukan tindakan lantaran tidak ada laporan dari masyarakat yang menjadi korban. Ia menilai adanya UU Praktik Kedokteran Nomor 29 Tahun 2004 dibuat adalah untuk melindungi pasien, karena pemasangannya harus dilakukan oleh profesional. “Sebenarnya sudah sering sekali disosialisasikan, namun mungkin kurang gencar, sehingga belum dipahami masyarakat,”jelasnya.

Aturan lainnya adalah pasal 78 tentang praktik kedokteran yang menyebutkan, setiap orang yang dengan sengaja menggunakan alat, metode atau cara lain  dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menimbulkan kesan  seolah-olah yang bersangkutan adalah dokter atau dokter gigi yang telah memiliki  surat tanda registrasi dokter atau surat tanda registrasi dokter gigi atau surat izin  praktik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 ayat (2) dipidana dengan pidana  penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 150 juta.

“Selain itu sesuai dengan peraturan Menkes RI Nomor 39 Tahun 2014, menyebutkan jika tukang gigi di daerah terkait izin dan pembinaannya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota,”ucapnya.

Sementara pada pasal 6 di peraturan dari Menkes tersebut menjelaskan jika pekerjaan tukang gigi adalah membuat gigi tiruan atau penuh lepasan yang terbuat dari heat cuirng acrylic dan tidak boleh menutupi sisa akar gigi. Jika ada pasisen yang datang dengan sisa akar, maka harus dikonsultasikan ke dokter ggi untuk mencabut akar yang sisa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

APBD Perubahan, Pendapatan Naik, Belanja Naik

BATANG–Setelah melalui proses pembahasan yang cukup melelahkan, akhirnya dilakukan Persetujuan Bersama DPRD dan Bupati Batang terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD tahun...

Makan Nasi Hanya Sekali, Hubungi Keluarga Sembunyi-sembunyi

DEMAK- Nasib warga Demak yang disandera kawanan organisasi kelompok kriminal (OKK) bersenjata di Desa Kimbely dan Bati, Tembagapura, Mimika, Papua, hingga kini belum jelas....

Terbangkan Layang-Layang 3D

MUNGKID—Warga Wayuhrejo, Pasuruan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Sabtu (19/8) lalu, diadu kreativitasnya dalam membuat layang-layang. Bertempat di lapangan Cangkol, 30 peserta lomba menerbangkan layang-layang...

Tim Putra Jateng Juarai Kejurnas Voli Indoor

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tim Voli Junior Putra Jawa Tengah menjuarai Kejurnas Voli Indoor Junior 2017. Mereka berhasil melibas tim DKI dengan skor 3-1, pada...

Makin Populer, Nasi Bancakan Laris Manis

PEKALONGAN - Ide menu Nasi Bancakan yang diluncurkan Hotel Horison Pekalongan ternyata mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sajian makan bersama diatas meja hanya beralaskan daun...

Hakim Semarang Dilaporkan MA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Akibat melaporkan salah satu hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang bernama Lasito, Koordinator Perkumpulan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman diperiksa...