33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Pekan Depan Umumkan Panglima Tempur

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

“Kepemimpinan pertempuran secara provinsi akan dibicarakan dengan parpol lain. Tim kampanye masih sementara, nanti kita ganti, KPU juga membolehkan. Yang pasti sebelum kampanye, pasti sudah dibentuk,”

Bambang Wuryanto, Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berencana menunjuk panglima tempur atau ketua tim pemenangan, pekan depan. Panglima ini akan memberikan komando agar seluruh pasukan pemenangan bisa kompak mengawal pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen.

Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto atau yang biasa disapa Bambang Pacul menjelaskan, sebenarnya tim kampanye sebagai syarat administrasi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah terbentuk. Tapi untuk tim pemenangan atau panglima tempur tingkat provinsi belum ditentukan.

“Kemarin kan baru tim kampanye. Kepemimpinan pertempuran secara provinsi akan dibicarakan dengan parpol lain. Tim kampanye masih sementara, nanti kita ganti, KPU juga membolehkan. Yang pasti sebelum kampanye, pasti sudah dibentuk,” bebernya, Minggu (28/1).

Bisa dipastikan, panglima tempur pada Pilgub Jateng kali ini beda dari Pilgub Jateng 2013 silam. “Yang pasti bukan Mbak Puan lagi. Mbak Puan kan Menteri (Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan). Yang jelas pasti enggak, sebab situasinya tidak sesulit dulu (Pilgub 2013), saat itu situasinya sulit, butuh pasukan yang running, butuh panglima tempur yang kuat,” tegasnya.

Meski begitu, pihaknya tidak bermaksud meremehkan kekuatan lawan politik. Menurut Pacul, Ketua Umum PDIP diperkirakan akan menunjuk figur lain yang memiliki kemampuan sama dalam hal konsolidasi. “Apapun kondisinya PDIP tetap waspada, nggak boleh takabur, nggak boleh congkak,” jelasnya.

Sementara untuk internal PDIP, soliditas dipastikan akan tetap terjaga. Meski sebelumnya ada sejumlah kader yang kecewa karena tidak mendapat rekomendasi. Menurut Pacul, hal itu wajar dan dipastikan tidak akan berlangsung lama.  “Sebelum keputusan dibuat, semua boleh mencoba memengaruhi keputusan. Tapi ketika keputusan sudah dibuat nggak ada yang aneh-aneh. Kader di PDIP itu tegak lurus, kecewa paling sebentar. Kalau Ketua Umum bilang A ya A semua. Kalau merasa hebat kemudian keluar dari PDIP, tewas dia,” katanya.

Mengenai kekuatan lawan politik, yakni Sudirman Said dan Ida Fauziyah, Pacul menilai pihaknya memiliki banyak keunggulan, mengingat calon gubernur maupun wakilnya adalah putra asli Jateng dan telah banyak mengabdi untuk Jateng.

Terkait kasus KTP elektronik, imbuh Pacul, pihaknya tak mengkhawatirkannya. Sebab, sebelum menunjuk Ganjar Pranowo sebagai calon, tentu sudah dilakukan observasi mendalam. “Status Ganjar itu kan sebagai saksi dalam kasus EKTP. Tentu PDIP dalam mencalonkan Ganjar sudah berhitung. Bagaimana pengakuan Pak Ganjar dan hasil observasi PDIP, kemudian ditunjuk Ganjar,” katanya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bank Jateng Beri Pelatihan Kelola Keuangan UMKM

UNGARAN – Pola pengelolaan keuangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang saat ini masih tradisional. Sehingga membuat UMKM sulit berkembang. Bank Jateng...

Koran Desa Mampu Promosikan Potensi Desa

UNGARAN–Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, Jawa Pos Radar Semarang menyelenggarakan perlombaan bertajuk Desa Hebat melalui rubrik Koran Desa yang akan diikuti oleh seluruh...

Caleg Eks Koruptor Ajukan Sengketa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG  - Komisi Pemilihan Umum di daerah telah menetapkan daftar caleg sementara (DCS) untuk calon DPRD. Saat ini, DCS sudah diumumkan ke publik...

Batang dan Kebumen Belajar Pendidikan di Kota Magelang

MAGELANG—Sekretaris Komisi C DPRD Kota Magelang, H. Sallafudin SE, menerima kunjungan anggota DPRD Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Batang, Selasa (30/5) lalu. Kunjungan mereka untuk...

Tak Ada Pemadaman Listrik Saat Pilgub

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-PLN Area Semarang memastikan tidak akan ada pemadaman listrik dalam rangka perawatan jaringan selama pelaksanaan penghitungan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng. Hal ini...

804 Pensiunan Gugat Bank BRI Rp 160 M

SEMARANG - Sebanyak 804 pensiunan Bank BRI Jateng dan DIJ menggugat Bank BRI Pusat serta Kantor Wilayah Bank BRI Semarang di Pengadilan Hubungan Industrial...