33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

KH Subhan Ma’mun: Sudah Waktunya Orang Amanah Urus Jateng

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BREBES – Sudah waktunya Jawa Tengah diurus oleh orang yang amanah. Orang yang jujur dan mementingkan hajat hidup masyarakat kebanyakan, bukan mendahulukan kepentingan pribadi dan kelompok.

KH Subhan Ma’mun, pimpinan Pondok Pesantren Assalafiyah, Luwungragi, mengungkapkan hal itu saat menerima bakal calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said, Sabtu (27/1) di kediamannya di Brebes. “Untuk itu, perlu  pemerintah yang bersih, tulus, dan lurus. Kalau yang memimpin pemerintahan tulus dan lurus, sebenarnya mudah melakukan perbaikan,” katanya.

Kepada Pak Dirman yang datang bersama istri, KH Subhan juga menyampaikan perlunya mengembalikan sikap kesukarelaan dalam mengurus organisasi. Kemandirian organisasi kemasyarakatan harus didorong. “Kalau Pak Dirman jadi gubernur perlu memperkuat pemberdayaan organisasi masyarakat,” sambungnya.

KH Subhan juga meminta, jika kelak terpilih sebagai Gubernur Jateng, Pak Dirman harus memberi perhatian kepada pesantren. Pasalnya, pesantren merupakan sumber kader pemimpin bangsa yang sudah terbukti bisa diandalkan. Banyak pemimpin nasional sejak dulu hingga sekarang yang berasal dari pesantren.   “Pesantren merupakan sumber kader kepemimpinan nasional. Karena itu harus diperkuat guna meningkatkan kualitas kader pemimpin,” urai dia.

Pak Dirman sendiri menyatakan akan memberikan perhatian kepada pesantren-pesantren yang ada di Jateng. Karena pesan KH Subahn juga dia dapatkan  dari para kiai pengasuh pondok pesantren yang ditemuinya selama perjalanan silaturahmi ke berbagai ponpes di Jateng.

“Saya menangkap ada harapan yang besar dari parai kiai yang saya temui agar soal pembinaan pesantren ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jateng,” kata Pak Dirman.

Pak Dirman melihat, di tengah era globalisasi seperti sekarang, peran Ponpes menjadi semakin penting untuk menjaga moralitas generasi penerus.  “Insya’ Allah soal pesantren akan menjadi program kerja kami. Apalagi Bu Ida Fauziyah kan dari kalangan Nahdliyin. Pasti akan ada peningkatan perhatian kepada pesantren,” jelasnya. (har/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Antusiasme Guru Mengikuti Pelatihan Sagusabu

RADARSEMARANG.COM - APA itu Sagusabu? Ini memang sebuah akronim dari program Satu Guru, Satu Buku. Artinya, seorang guru sebisa mungkin diminta menghasilkan karyanya berupa...

SMK Swadaya Rehab 8 Rumah

TEMANGGUNG- SMK Swadaya Temanggung merenovasi 8 rumah pada Ramadan tahun ini. Tujuh rumah tersebar di wilayah Kabupaten Temanggung dan satu rumah di Kabupaten Wonosobo. Rumah-rumah...

Para Pihak Pilih Bungkam

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Para pihak yang memiliki kewenangan dalam proses pailitnya perusahaan plastik kemasan legendaris yang berdiri sejak 1973, PT Simongan Plastik Factory (Simoplas) saling bungkam....

Mengajar di Panti Asuhan

AKSI sosial bisa dilakukan dengan beragam cara. Seperti yang dilakukan Chintya Dyah Medyasari. Gadis 25 tahun ini memilih dengan memberikan inspirasi di bidang pendidikan...

BPBD Pantau 32 Desa Rawan Kekeringan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 32 desa dari 12 kecamatan di Kabupaten Semarang masih rawan kekeringan. Kondisi tersebut masih menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah...

Ribuan Warga Gelar Zikir di Tengah Jalan

NGALIYAN - Pembangunan apartemen di Permata Puri kembali mendapatkan respons negatif dari warga sekitar. Kurang lebih 1.500 warga perumahan Permata Puri Ngaliyan, menggelar aksi...