33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Diduga Tewas di Tangan Suami

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Tewasnya Sri Rahayu, 39, warga Dusun Macanan, Desa Tajuk, Kecamatan Tengaran, menimbulkan pertanyaan bagi keluarga. Pihak keluarga menemukan kejanggalan atas tewasnya Sri Rahayu. Bukan karena kecelakaan.

Ingin membuktikan kejanggalan tersebut, pihak keluarga pun melaporkan tewasnya Sri Rahayu ke Polsek Getasan. Dugaan sementara, pelaku pembunuhan mengarah ke Nur Khamid, 40, warga Dusun Krajan RT 3 RW II, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, yang tak lain suaminya sendiri.

Informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi saat Sri Rahayu dan suaminya, Nur Khamid, pergi ke Dusun Tugu, Desa Bener, mengendarai mobil angkot H 1055 BB, Sabtu (27/1). Saat dalam perjalanan korban dan terduga pelaku terjadi adu mulut. Kemudian korban diketahui jatuh dari angkot yang dikendarai Nur Khamid.

Melihat sang istri terjatuh dari mobil, Nur Khamid lantas membawanya ke Rumah Sakit Tentara (RST) Dr Asmir Salatiga. Namun saat sampai di RST tersebut kondisi korban sudah meninggal.Kemudian jenazah dibawa ke rumah duka. Keluarga korban yang tidak menyangka dan menemukan kejanggalan.

“Kami saat membuka jenazah adik sempat curiga karena di kepala bagian kanan berlubang dan darah terus keluar,” kata Pujiyati, 47, kakak korban.

Pujiyati, 47, menjelaskan, sebelum kejadian tersebut, Sri Rahayu berangkat ke tempat kerjanya Sabtu (27/1) pukul 05.30 WIB. “Sebelum kejadian adik sempat 3 kali SMS saya,” ujar Pujiyati.

Dijelaskannya, dari pernikahan korban dengan terduga pelaku dikarunia tiga anak yaitu Angelina Wulandari, 12, Salsabila Ayu A, kelas IV SD dan Raffa Fajar Anugerah, 4. “Sebenarnya setelah pulang dari jagong, adik saya mau merayakan ulang tahun Raffa,” katanya

Atas kejanggalan tersebut kemudian keluarga melaporkan ke Polsek Getasan. Polisi langsung menindaklanjuti dengan menerjunkan petugas dan unit identifikasi ke lokasi.

“Hasil olah TKP menunjukkan jika korban juga mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuhnya,” terang Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Yusi Andi Sukmana, Sabtu (27/1) malam.

Di dalam mobil angkot pelaku juga banyak ditemukan bercak darah, yang diduga darah korban. Hasil olah TKP juga ditemukan bagian belakang kepala korban juga sobek terkena hantaman benda tajam. “Terduga pelaku untuk sementara kita amankan di Polsek Getasan,” ujarnya.

Selain terduga pelaku, pihak kepolisian juga mengamankan mobil angkot H 1055 BB. Meski begitu pihak Sat Reskrim Polres Semarang belum bisa memastikan apa motif dari terduga pelaku.

“Yang jelas, beberapa hari sebelum kejadian korban yang merupakan istri siri tersebut sering bertengkar dengan terduga pelaku,” katanya.

Sementara itu, tim medis yang juga memeriksa tubuh korban, Reni mengatakan hasil dari visum luar yang dilakukan Puskesmas Getasan juga menyebutkan luka lebam di tubuh korban. “Persisnya di pipi, dan lengan bagian kiri,” ujar Reni. Selain lebam, juga ditemukan luka lecet di tangan sebelah kanan dan hidung dan telinga yang selalu keluar darah. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Membumikan Ajaran Buddha

MUNGKID–Magelang menjadi tuan rumah Swayamvara Tripitaka Gatha (STG) Nasional X Tahun 2017, mulai 2 November hingga 5 November 2017. Sebanyak 1600 peserta dari 32...

Nikmati Tahun Baru, Jatuh dari Jalan Layang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Nasib tragis dialami Yudi Suryanto, 37, warga Kampung Margorejo Timur, Kemijen, Semarang Timur. Niatnya nonton pesta kembang api malam tahun baru...

Konsisten Perjuangkan Nasib Nelayan

RADARSEMARANG.COM - Komitmen Riyono, S.Kel, M. Si untuk memperjuangkan nasib nelayan di Jateng, sudah tak diragukan lagi. Bertahun-tahun, ia terjun dan mendampingi nelayan agar...

Ganjar Ajak Santri Ngevlog

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Hal unik dilakukan Calon Gubernur (Cagub) Jateng Ganjar Pranowo saat mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikmah. Ia mengajak ratusan santri asuhan...

Beckham Minta Hilangkan Bullying

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Masyarakat Kota Semarang heboh dengan kehadiran legenda hidup pesepakbola asal Inggris, David Beckham. Apalagi belakangan diketahui, David Beckham sengaja merahasiakan kehadirannya....

1.458 Penerima Bantuan PKH Akan Dihapus

PEKALONGAN - Sebanyak 1.458 Kepala Keluarga (KK) dari 3.279 KK penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2012 lalu akan dihapus, karena dianggap sudah...