28 C
Semarang
Jumat, 11 Juni 2021

Lima Kelompok PKL Segera Pindahan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang menargetkan 31 Januari 2018 para PKL di bantaran sungai Banjir Kanal Timur, terutama di wilayah Rejosari, Bugangan, Mlatiharjo, Karang Tempel, dan Pandean Lamper, mulai pindah di Pasar Klitikan Penggaron, Kecamatan Pedurungan.

Pemetaan dan pengundian los dan kios telah dilakukan. Saat ini sedang proses pengecatan di Pasar Klithikan Penggaron. “Setelah pemetaan tempat selesai, nanti para PKL tinggal menempatinya. Kami targetkan, 31 Januari sudah harus pindahan dari kawasan bantaran BKT ke Pasar Klitikan Penggaron,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, kemarin.

Dikatakannya, ada lima kelompok PKL yang tersebar di lahan bantaran Banjir Kanal Timur (BKT). Yakni PKL di wilayah Rejosari, Bugangan, Mlatiharjo, Karang Tempel, dan Pandean Lamper akan pindah ke Pasar Klitikan.

Dalam pemindahan tersebut, pihaknya akan melibatkan pihak kelurahan. Secera teknis, para PKL diminta untuk membongkar lapaknya sendiri. Begitu juga di Pasar Klitikan, para PKL diharapkan berkenan untuk membuat lapaknya masing-masing.

“Hal ini bertujuan agar Pasar Klithikan Penggaron cepat ditempati. Target kami, bulan April mendatang, kawasan bantaran BKT sudah harus bersih dari bangunan PKL,” katanya.

Tidak hanya itu, pihaknya segera menindaklanjuti pemindahan PKL di wilayah bantaran sungai BKT yang lain. Secara keseluruhan, tercatat kurang lebih 2.172 bangunan, terdiri atas kios permanen PKL maupun hunian liar di bantaran Sungai Kanal Banjir Timur, tersebar di 12 kelurahan akan direlokasi secara bertahap.

Fajar juga akan mengganggarkan di anggaran perubahan untuk pembangunan fasilitas workshop. Yakni fasilitas yang bisa dimanfaatkan para pedagang untuk bongkar pasang onderdil kendaraan. “Memang masih ada lahan kosong yang sekarang ini belum dimanfaatkan karena sering tergenang air. Nantinya bisa dibangun untuk fasilitas workshop,” katanya.

Berdasarkan hasil studi Land Acquisition Resettlement Action Plan (Larap), rekapitulasi penggunaan lahan berdasarkan hasil studi Larap Kanal Banjir Timur Kota Semarang, tercatat kurang lebih 2.172 bangunan. Terdiri atas kios permanen PKL maupun hunian liar di bantaran sungai Banjir Kanal Timur yang tersebar di 12 kelurahan. Secara rinci, terdapat 1.374 PKL, 666 tempat tinggal, 38 fasum (musala, pos ronda dan toilet) dan 94 bangunan lain-lain (TPS, kandang dan rumah kosong).

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang, Muthohar, mengatakan akan menyelesaikan relokasi bagi penghuni liar di bantaran sungai BKT secara bertahap. “Saat ini beberapa kelurahan telah dilakukan pemindahan ke Rusunawa Kudu. Kami sudah action, ada sebagian warga yang sudah pindah ke Rusunawa Kudu yakni Kelurahan Kaligawe dan Tambakrejo, ada 39 orang yang sudah mengambil kunci Rusunawa,” katanya.

Mothohar mengakui saat ini baru memiliki kurang lebih 150 kamar kosong di Rusunawa Kudu. Sedangkan jumlah warga penghuni rumah di bantaran BKT kurang lebih berjumlah 622 rumah. (amu/ric)

Latest news

Garuda Ayolah

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here