33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Biaya Tak Jadi Kendala Belajar di Belanda

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Nuffic Neso Indonesia, organisasi nonprofit di bidang pendidikan dari Belanda mengajak warga Semarang studi lanjut ke Belanda.

Tim Promosi pendidikan Nuffic Neso Sofia Yang mengatakan, banyak program beasiswa dapat dimanfaatkan masyarakat Semarang yang berminat melanjutkan studi di negeri kincir angin ini.

Seperti beasiswa yang dikelola Nuffic Neso, yakni beasiswa StuNed (Studeren in Nederland) yang diberikan Pemerintah Belanda bagi warga negara Indonesia. Selain itu, lanjut dia, ada beasiswa Orange Knowledge Program, beasiswa Orange Tulips dan Holland scholarships serta beasiswa dari masing-masing universitas di Belanda.

”Belum lagi beasiswa dari pemerintah Indonesia seperti beasiswa LPDP, beasiswa Unggulan Kemendikbud, beasiswa Budi, beasiswa Kominfo dan masih banyak lagi. Saat ini faktor biaya tidak lagi menjadi penghalang untuk melanjutkan studi,” jelasnya.

Dikatakannya, selain ditanggung dalam hal pendidikan, melanjutkan studi di Belanda juga memiliki berbagai keuntungan. Diantaranya, Pemerintah Belanda memberi kesempatan kepada alumni Belanda untuk mendapatkan pekerjaaan di Belanda. Hal tersebut terlihat dari kebijakan pemerintah dengan memberikan Visa “Zoek Jaar” atau visa pencari kerja.

”Visa ini dapat berlaku selama 3 tahun setelah kelulusan. Dengan demikian sepulang dari Belanda, bukan hanya ilmu saja yang didapat tapi juga pengalaman kerja dan bekal finansial untuk mengembangkan usaha di negara asal,” jelasnya.

Suryadi, alumni mahasiswa Belanda yang kini menjadi pengajar di Belanda mengatakan, peluang bagi masyarakat Indonesia, khususnya Semarang sangat besar untuk dapat melanjutkan studi di Belanda. Meskipun tidak mengharuskan, dirinya mengatakan bahwa di Belanda para mahasiswa diajari untuk belajar dengan cara berpikir sistematis.

”Di Belanda diajarkan bagaimana pemecahan masalah. Ketika ada permasalahan, mahasiswa diajari untuk menganalisa untuk kemudian memecahkannya,” ujar ahli pengelolaan tanah dan air ini. (sga/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Waspadai Titik Rawan Banjir dan Ambles

SEMARANG –Datangnya musim penghujan membuat PT Kereta Api Indonesia (KAI) memetakan beberapa titik rawan banjir dan longsor yang ada di wilayahnya. Salah satunya dilakukan...

Jateng Menuju Wilayah Bebas Korupsi

SEMARANG – Pemprov Jateng terus berupaya mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Bahkan, delapan unit kerja pelayanan...

Siapkan 2,5 Juta Bibit Pohon

UNGARAN – Guna mengurangi luasan lahan kritis di Jawa Tengah, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah menyiapkan 2,5 juta bibit pohon tegakan...

Napi Nusakambangan Kendalikan Sabu

MUNGKID—Napi Nusakambangan diduga masih bisa mengendalikan peredaran sabu-sabu hingga wilayah Kabupaten Magelang. Hal itu terungkap saat polisi menangkap Wahyu Try Wibowo, 25, warga Punduhan...

Takut Bencana Susulan, Warga Mengungsi Saat Hujan

RADARSEMARANG.COM, BANYUMAS - Pasca longsor di Grumbul Ciwaras Desa Cihonje Kecamatan Gumelar yang menyebabkan dua rumah ambruk, warga yang berada di dekat lokasi tebing...

Parah, Ribuan Rumah Terendam

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Wilayah Mangkang dan sekitarnya kembali diterjang banjir, pada Jumat malam (9/2) kemarin. Banjir yang merendam ribuan rumah warga kali ini, tergolong...