31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Terlambat Setengah Jam, Jersey Incaran Melayang

Kisah-Kisah Kolektor Jersey

RADARSEMARANG.COM – Terkadang hobi seseorang dianggap berlebihan bagi orang lain, bahkan oleh keluarganya sendiri. Ada yang menganggap menghambur-hamburkan uang, sehingga harus ‘umpet-umpetan’ untuk memenuhinya. Termasuk mereka yang hobi mengoleksi jersey. Seperti apa lika-likunya?

MATA Rully Adityabratha langsung berbinar ketika melihat ada toko online yang menjual jersey kiper Lazio musim kompetisi Seri A Italia 2014/2015. Jersey warna tosca tersebut merupakan salah satu item buruan.

Tapi, kegembiraan Rully seketika sirna. Ketika menghubungi pemilik toko online tersebut, ternyata jersey yang dijual seharga Rp 1 juta tersebut sudah laku. Ia hanya kurang cepat dalam hitungan menit.

KHUSUS PSIS: Koleksi jersey match worn milik Bani Maryanto. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KHUSUS PSIS: Koleksi jersey match worn milik Bani Maryanto. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

“Telat setengah jam, ternyata sudah dibeli orang. Rasane gelo banget (Rasanya sangat kecewa dan menyesal, Red),” tutur Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Semarang ini.

Kegagalan mendapatkan barang buruan tersebut hanyalah satu dari cerita perburuan Rully sebagai kolektor jersey tim sepakbola. Saat ini, ia memiliki sekitar 50 jersey official merchandise klub atau tim nasional sepakbola dari berbagai negara. “Saya suka mengumpulkan jersey era 90-an sampai awal 2000-an. Jersey-jersey lama itu motifnya bagus-bagus dan unik. Beda bila dibandingkan dengan era sekarang yang kebanyakan motifnya hampir seragam,” jelas penggemar klub Liverpool, Real Madrid, Bayer Muenchen dan Inter Milan ini.

Mencari jersey model lama memang tak gampang. Apalagi yang asli. Rata-rata merupakan barang bekas atau koleksi. Sehingga harus sering berselancar di dunia maya untuk berburu jersey klasik.

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here