33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Dirikan Usaha, Tak Perlu Izin HO

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

“Jika tidak ada revisi, pencabutan Perda HO baru akan berlaku Februari.”

Ulfi Imran Basuki, Kepala DPMPTSP Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Persyaratan izin gangguan atau Hinder Ordonnantie (HO) sejauh ini dinilai menjadi ganjalan para pengusaha (investor) dalam mengembangkan investasi di Kota Semarang. Hal itu menjadi evaluasi Pemkot Semarang. Karena itu, izin ini bakal dihapus. Ke depan, investor yang akan mendirikan bangunan untuk kegiatan usaha di Kota Atlas tidak perlu mengurus izin HO.  Saat ini, Pemkot Semarang telah resmi mencabut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 20 Tahun 2011 tentang izin gangguan tersebut. Pencabutan Perda Izin HO dilakukan setelah disahkannya Perda Nomor 1 Tahun 2018 oleh DPRD Kota Semarang beberapa waktu lalu. Saat ini, perda yang mengatur penghapusan izin HO itu dalam tahap permohonan pertimbangan ke Gubernur Jateng dan Mendagri.

“Jika tidak ada revisi, pencabutan Perda HO baru akan berlaku Februari,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Semarang, Ulfi Imran Basuki, Jumat (26/1).

Dikatakannya, pencabutan izin HO tersebut sebagai implementasi dari penyederhanaan perizinan sebagaimana instruksi dari pemerintah pusat. Dengan demikian, Ulfi menegaskan nantinya pengusaha atau investor yang akan mendirikan usaha di Kota Semarang tidak perlu mengurus izin HO atau persetujuan dari warga sekitar.  “Pengusaha nantinya hanya diperlukan mengurus izin pokok, seperti UKL, UPL, izin lingkungan dan izin usaha,” bebernya.

Dihapusnya izin HO ini, lanjut Ulfi, diharapkan akan memudahkan pengusaha atau investor untuk mengembangkan investasi di Kota Semarang. “Jika investasi meningkat, maka diharapkan iklim perekonomian dan kesejahtaraan warga Semarang meningkat pula,” harapnya.

Sejauh ini, kata dia, pada 2016, investasi di Kota Semarang mencapai Rp 10,5 triliun. Pada 2017 meningkat menjadi Rp 20 triliun. Padahal targetnya Rp 15 triliun. “Target 2018 investasi berada di angka Rp 17,5 triliun, kami optimistis investasi akan semakin meningkat,” katanya.

Kepala Bidang Perizinan 3 DPMPTSP Kota Semarang, Wing Wiyarso, mengatakan, pihaknya akan fokus meningkatkan pelayanan perizinan dengan pola cepat, mudah, dan akurat. “Pelayanan izin tersebut tidak membutuhkan biaya. Sehingga akan semakin meningkatkan daya tarik investor masuk Semarang,” ujarnya.

Sejauh ini, di Kota Semarang memiliki sebanyak sembilan kawasan industri. Harapannya, kawasan tersebut mampu menggaet investor asing atau penanaman modal asing (PMA). “Sektor infrastruktur saat terus diperbaiki, sehingga akan sangat mendukung pertumbuhan ekonomi. Ini sejalan dengan program pemerintah pusat yang menggenjot sektor infrastruktur, pertumbuhan investasi dan ekonomi,” katanya.  (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tingkatkan Kualitas Menuju Perempuan Paripurna

DEMAK- Hari Kartini ke-138 diperingati cukup meriah di RSUD Sunan Kalijaga, Demak, kemarin. Para karyawan mengenakan baju beskap lengkap dengan  blankon. Sedangkan, karyawati RSUD...

Istana Pamularsih, Kini Jadi Rumah Kumuh

Sebuah bangunan kuno di daerah Bongsari Jalan Pamularsih Dalam I, Kota Semarang ini, dahulu milik seorang Taipan bernama Oei Tiong Ham. Bangunan berlantai marmer...

Pembagian Kartu Tani Kurang Merata

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Pemakaian kartu tani efektif diberlakukan per 1 Januari 2018 ini. Karena itu, petani wajib menggunakan kartu tani jika ingin memperoleh pupuk...

Mural Berkarakter sebagai Media Komunikasi di Sekolah

RADARSEMARANG.COM - DINDING sekolah  pada umumnya merupakan  pembatas antara gedung yang satu dengan yang lain. Adakalanya sekolah kurang memperhatikan estetika atau bahkan fungsi edukasi...

Geluti Bisnis Konveksi

RADARSEMARANG.COM - PELUANG usaha di sektor konveksi dinilai oleh Febriana Ayu Kusuma Dewi cukup menjanjikan untuk digarap. Ia mengaku sudah 4 tahun menekuni usaha...

AMURT Indonesia Kampanye Orang Tua Bacakan Buku Cerita Anak

Budaya baca di kalangan anak-anak boleh dibilang sangat rendah. Mereka lebih memilih bermain gadget ketimbang membaca buku cerita. Melihat fenomena itu, Ananda Marga Universal...