31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

IPU Kasasi Lawan Sopir

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tak puas dengan putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang, PT Indo Permata Usahatama (IPU) langsung ajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) melawan sopir truk yang merupakan mantan karyawannya sendiri, bernama Yudi Pitana. Kasasi tersebut diajukan IPU melalui PHI pada PN Semarang yang sebelumnya memeriksa perkaranya karena memenangkan gugatan Yudi, dan menghukum IPU membayar Rp 31,8 juta.

“Kasasi diajukam 15 November lalu,” kata Suwito, Panitera Pengganti yang menangani perkaranya, kemarin.

PHI sebelumnya mengabulkan gugatan Yudi Pitana. Adapun putusannya dijatuhkan olej majelis hakim yang dipimpin Moch Zaenal Arifin didampingi dua hakim anggota yakni, Rest Desifa Nasution dan Sugiyanto. Dalam petikan amar putusannya, majelis hakim menyatakan, dalam eksepsi. Menolak eksepsi tergugat seluruhnya. Dalam pokok perkara, mengabulkan gugatan penggugat sebagian, menyatakan hubungan kerja penggugat dengan tergugat putus sejak tanggal 6 Maret 2017 karena penggugat melakukan pelanggaran terhadap peraturan perusahaan atau perjanjian kerja. Kemudian menghukum tergugat membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak kepada penggugat sebesar Rp 31.812.500.

“Selain itu, majelis hakim juga menyatakan menolak gugatan penggugat selain dan selebihnya,”sebut Siwoto, saat mengutip isi putusan PHI tersebut.

Sesuai fakta sidang, Yudi telah bekerja sejak 1999 s/d 2017 dengan gaji terakhir setiap bulan Rp 475 ribu. Atas pekerjaannya itu pada 2012 sampai 2017 sebagai sopir ia hanya digaji berdasar ritasi (borong) dengan gajii per rit Rp 140 ribu dengan jabatan  sopir dump truk. Pada 6 Maret  2017 ia diberhentikan sepihak dengan alasan pelanggaran berat. Dia dinilai meninggalkan kewajiban membayar ganti rugi atas kerusakan armada dump. Hal itu berdasar surat keputusan Nomor : 155/IPU-KIC/II-2017 tanggal 14 Pebruari 2016 tentang Skorsing terhadapnya dari tanggal 14 Pebruari sampai 28 Pebruari  2017. Menunggu keputusan akhir  atau dalam proses PHK ia tidak akan mendapat pesangon. (jks/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here