33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Shelter Taman KB Segera Dibongkar

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Dinas Perdagangan Kota Semarang meminta agar pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Taman KB Jalan Menteri Supeno segera persiapan untuk mengosongkan shelter di kawasan tersebut. Maksimal awal Februari mendatang harus sudah dikosongkan karena pelaksana proyek pembangunan Taman Indonesia Kaya (TIK) segera melakukan pembongkaran shelter PKL. Taman KB tersebut akan segera direnovasi.

Meski demikian, hingga saat ini Dinas Perdagangan Kota Semarang belum menemukan tempat relokasi secara khusus untuk menampung PKL selama proses pembangunan. Sementara ini, rencananya pedagang akan ditempatkan di tepi jalan atau di bawah shelter.

“Saya minta PKL segera memersiapkan shelter untuk segera dikosongkan. Shelter tersebut segera akan dibongkar pada Minggu pertama Februari,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, Kamis (25/1).

Pihaknya mengakui, sejauh ini belum ada tempat yang tepat untuk relokasi para pedagang Taman KB. Para pedagang meminta relokasi tidak jauh dari Taman KB, sementara Pemkot Semarang tidak memiliki lahan kosong di sekitar Taman KB. “Jadi saya minta PKL berjualan di tepi jalan sementara, hingga proses pembangunan selesai,” katanya.

Shelter yang saat ini digunakan untuk berjualan akan dibongkar dan dibangun dengan konsep baru. Tentunya, ke depan shelter PKL tersebut akan lebih bagus, kondusif dan nyaman. “PKL kami minta untuk pindah sementara, dan membuat lapaknya sendiri di tepi jalan,” katanya.

Keberadaan relokasi PKL di tepi jalan Taman KB, diakuinya rawan berdampak tersumbatnya lalu-lintas di jalur tersebut. Terutama di depan SMAN 1 Semarang. Tetapi apa boleh buat, pihaknya kesulitan mencarikan tempat relokasi yang lebih tepat. “Diperkirakan membutuhkan waktu tiga bulan, setelah itu PKL dipindah ke tempat baru,” katanya.

Ketua paguyuban pedagang Taman KB Bersatu, Marlan, mengatakan para pedagang tidak keberatan direlokasi di tepi jalan Taman KB, selama proses pembangunan taman baru. Tetapi para pedagang meminta Dinas Perdagangan Kota Semarang seharusnya membangunkan lapak terlebih dahulu. “Kami tidak masalah dipindah, tetapi harus dibangun lapak terlebih dahulu,” katanya.

Pihaknya mendukung pembangunan Taman Indonesia Kaya (TIK) di Taman KB. Hal yang terpenting adalah bagaimana cara agar para pedagang tidak terputus untuk berjualan. Sebab, para pedagang telah berjualan puluhan tahun mencari nafkah di tempat tersebut. “Tempat lapak harus disediakan terlebih dahulu, baru kami akan pindah,” katanya. (amu/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...