33 C
Semarang
Senin, 21 September 2020

Minta Penerapan Permenhub Ditunda

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ratusan driver taksi online menggelar demonstrasi di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (25/1) siang. Mereka meminta agar Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek, tidak diterapkan Februari mendatang.

Koordinator Lapangan Komunitas Driver Online Jateng (FKDOJ), Sugiono menjelaskan, nyaris semua pengemudi taksi online belum mengurus syarat-syarat yang ditetapkan dalam Permenhub tersebut. Mulai dari SIM A Umum, atau membentuk koperasi sebagai badan usaha yang sah.

“Kami tidak menolak Permenhub. Hanya ingin perpanjangan saja. Penerapannya ditunda, jangan Februari besok,” terangnya saat beraudiensi dengan perwakilan dari Dinas Perhubungan Jateng dan Polda Jateng.

Menurutnya, proses pengurusan SIM dan membentuk badan usaha tidak bisa diselesaikan dalam satu dua bulan saja. Begitu juga dengan KIR dan pemasangan stiker taksi online. Padahal, instruksi pengurusan itu baru muncul pada November 2017 lalu.

“Ngurus koprasi juga lama, kemudian SIM A umum biaya yang tinggi. Instruksinya baru November. Kalau dihitung per Januari ini kan berarti baru dua bulan. Jadi kami belum siap,” tegasnya.

Pihaknya pun meminta kepada Polda untuk memberi keamanan para driver. Bahkan jika diperbolehkan, bisa mengurus SIM A Umum secara kolektif. Harapannya, pembuatan SIM tersebut tidak memakan waktu lama.

Pada kesempatan itu, Sugiono juga menanyakan mengenai kuota yang belum dijelaskan secara rinci. Pihaknya pun menilai, penentuan kuota belum mengakomodir semua driver di Jateng. “Kami ingin audiensi lagi agar semua bisa masuk. Ini kami bentuk tim dan nanti akan audiensi dengan instansi-instansi yang terkait,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jateng, Ginaryo menanggapi, Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 tidak bisa ditunda. Bagaimana pun kondisinya, tetap harus diberlakukan serentak secara nasional mulai 15 Februari. Agar tidak terjerat hukum karena belum memenuhi semua persyaratan, dia mengimbau agar para driver untuk off sementara sembari melengkapi persyaratan.

“Aturan tetap berlaku, sesuai perintah dari Kementrian Perhubungan, yaitu tanggal 15 Februari penindakan secara hukum, untuk menjaga kondusifitas, driver online kami sarankan off dulu,” tegasnya.

Pihaknya pun berencana menggelar penempelan stiker taksi online secara serentak di depan kantor Gubernur Jateng, Sabtu (27/1) mendatang. Mereka yang ditempeli stiker, merupakan yang benar-benar sudah memenuhi syarat yang dituangkan dalam Permenhub 108.

Dibeberkan, mulai 14 Februari mendatang, rencananya akan ada operasi simpatik. Meski begitu, sifatnya sebatas sosialisasi untuk angkutan online. Penindakan hukum baru dilakukan mulai operasi yang digelar 15-31 Maret.

Menenai kuota angkutan khusus di Jateng, sementara ini ada 2.359 unit. Angka itu dipastikan akan terus bertambah, karena wilayah Jepara, Kudus, Pati (Menaraputih) belum ditentukan kuotanya. “Kami menggunakan kuota bersama angkutan taksi dan angkutan khusus, itu semua hasil kompromi dengan pelaku usaha transportasi plat kuning,” tambahnya.

Secara rinci kuota Kedungsepurse (Semarang Raya) 600 unit, Sukowonosratren (Soloraya) 315 unit, Purwomanggung (Magelang Raya) 368 unit, Barlingmascakep (Bunyumas Raya) 141 unit, Pekalongan 276 unit, dan Bergasmalang (brebes Raya) 659 unit.

“Saat ini kami baru fokus di wilayah kedungsepur di Semarang Raya, karena kebanyakan baru daerah itu yang ada taksi online dan izin-izinya lengkap, Saat ini Izin prinsip atau SPO (Surat persetujuan Operasi) baru 330 kendaraan yang sudah mendapatkan,” tandasnya. (amh/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Hasutan SARA Catut Nama Wiranto

JawaPos.com - Mereka yang suka mengembuskan isu anti-Tionghoa terus mencari bahan. Kalau tidak menemukan yang baru, hal-hal lawas diproduksi ulang. Misalnya, hoax tentang statement Wiranto...

Anak Kuli Bangunan Persembahkan Emas

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Muhammad Firman Nuruddin, siswa kelas XII SMA Taruna Nusantara Magelang  berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia dalam bidang environmental science. Medali...

Srintil, Pulung yang Dinanti Para Petani

Tembakau menyimpan sejuta asa. Meski keberadaannya terus dihantam polemik yang sarat kepentingan, menanam tembakau juga berarti bergulat dengan tradisi di dalamnya. Karena tembakau tidak...

Jangan Ada Diskriminasi pada Difabel

Hari Disabilitas Internasional (HDI) diperingati setiap 3 Desember sebagai bentuk kampanye penyadaran masyarakat terhadap permasalahan yang berkaitan dengan penyandang cacat. Selain itu juga sebagai...

Sepakat Perda RTRW Direvisi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kalangan legislatif sepakat untuk merevisi Peraturan Daerah (Perda) Jateng Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jateng...

150 KK ‘Dipaksa’ Pindah ke Rusunawa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang memastikan segera memindah kurang lebih 150 kepala keluarga (KK), warga Kampung Tambakrejo RT 5...