Minta Penerapan Permenhub Ditunda

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ratusan driver taksi online menggelar demonstrasi di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (25/1) siang. Mereka meminta agar Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek, tidak diterapkan Februari mendatang.

Koordinator Lapangan Komunitas Driver Online Jateng (FKDOJ), Sugiono menjelaskan, nyaris semua pengemudi taksi online belum mengurus syarat-syarat yang ditetapkan dalam Permenhub tersebut. Mulai dari SIM A Umum, atau membentuk koperasi sebagai badan usaha yang sah.

“Kami tidak menolak Permenhub. Hanya ingin perpanjangan saja. Penerapannya ditunda, jangan Februari besok,” terangnya saat beraudiensi dengan perwakilan dari Dinas Perhubungan Jateng dan Polda Jateng.

Menurutnya, proses pengurusan SIM dan membentuk badan usaha tidak bisa diselesaikan dalam satu dua bulan saja. Begitu juga dengan KIR dan pemasangan stiker taksi online. Padahal, instruksi pengurusan itu baru muncul pada November 2017 lalu.

“Ngurus koprasi juga lama, kemudian SIM A umum biaya yang tinggi. Instruksinya baru November. Kalau dihitung per Januari ini kan berarti baru dua bulan. Jadi kami belum siap,” tegasnya.

Pihaknya pun meminta kepada Polda untuk memberi keamanan para driver. Bahkan jika diperbolehkan, bisa mengurus SIM A Umum secara kolektif. Harapannya, pembuatan SIM tersebut tidak memakan waktu lama.

Pada kesempatan itu, Sugiono juga menanyakan mengenai kuota yang belum dijelaskan secara rinci. Pihaknya pun menilai, penentuan kuota belum mengakomodir semua driver di Jateng. “Kami ingin audiensi lagi agar semua bisa masuk. Ini kami bentuk tim dan nanti akan audiensi dengan instansi-instansi yang terkait,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jateng, Ginaryo menanggapi, Permenhub Nomor 108 Tahun 2017 tidak bisa ditunda. Bagaimana pun kondisinya, tetap harus diberlakukan serentak secara nasional mulai 15 Februari. Agar tidak terjerat hukum karena belum memenuhi semua persyaratan, dia mengimbau agar para driver untuk off sementara sembari melengkapi persyaratan.

“Aturan tetap berlaku, sesuai perintah dari Kementrian Perhubungan, yaitu tanggal 15 Februari penindakan secara hukum, untuk menjaga kondusifitas, driver online kami sarankan off dulu,” tegasnya.

Pihaknya pun berencana menggelar penempelan stiker taksi online secara serentak di depan kantor Gubernur Jateng, Sabtu (27/1) mendatang. Mereka yang ditempeli stiker, merupakan yang benar-benar sudah memenuhi syarat yang dituangkan dalam Permenhub 108.

Dibeberkan, mulai 14 Februari mendatang, rencananya akan ada operasi simpatik. Meski begitu, sifatnya sebatas sosialisasi untuk angkutan online. Penindakan hukum baru dilakukan mulai operasi yang digelar 15-31 Maret.

Menenai kuota angkutan khusus di Jateng, sementara ini ada 2.359 unit. Angka itu dipastikan akan terus bertambah, karena wilayah Jepara, Kudus, Pati (Menaraputih) belum ditentukan kuotanya. “Kami menggunakan kuota bersama angkutan taksi dan angkutan khusus, itu semua hasil kompromi dengan pelaku usaha transportasi plat kuning,” tambahnya.

Secara rinci kuota Kedungsepurse (Semarang Raya) 600 unit, Sukowonosratren (Soloraya) 315 unit, Purwomanggung (Magelang Raya) 368 unit, Barlingmascakep (Bunyumas Raya) 141 unit, Pekalongan 276 unit, dan Bergasmalang (brebes Raya) 659 unit.

“Saat ini kami baru fokus di wilayah kedungsepur di Semarang Raya, karena kebanyakan baru daerah itu yang ada taksi online dan izin-izinya lengkap, Saat ini Izin prinsip atau SPO (Surat persetujuan Operasi) baru 330 kendaraan yang sudah mendapatkan,” tandasnya. (amh/bas)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -