33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Merger BPR/BKK Ciptakan Bank Kuat

Aset Capai Rp 9 T

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jateng akan memiliki bank yang besar dan kuat jika merger 33 Bank Perkreditan Rakyat/Badan Kredit Kecamatan (BPR/BKK) di provinsi ini diwujudkan. Dengan total aset senilai Rp 9 triliun, penggabungan BPR/BKK akan menjadi bank yang setara dengan bank umum lainnya.

Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto mengatakan ke 33 BPR/BKK yang ada di Jateng saat ini sahamnya dimiliki oleh Pemprov dan Pemkab/Pemkot. “Sebanyak 33 BPR/BKK saat ini sebagian besar performance nya cukup bagus dan mendapatkan kepercayaan masyarakat di seluruh kabupaten/kota di Jateng,” katanya di sela kunjungan kerja pengelolaan BPR/BKK di kantor Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (23/1).

Dia menambahkan, dalam operasionalnya, BPR/BKK yang ada telah menjadi mitra masyarakat. Utamanya oleh kalangan  menengah ke bawah. “BPR/BKK selalu menjadi jujugan pedagang kecil, pelaku usaha, dan UMKM dalam mengajukan kredit,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini. Maka bukan tidak mungkin jika merger dilakukan, Jateng akan memiliki bank yang besar dan kuat.

Bogi, panggilan akrab Asfirla mengatakan, saat ini proses konsolidasi sedang dipersiapkan dengan menyusun Raperda Perubahan Badan Hukum dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT) Perseroda. “Provinsi NTB merupakan salah satu provinsi yang sudah memiliki Perda serupa selain Aceh. Maka kami belajar ke NTB,” tandasnya.

Selama ini lanjutnya, permasalahan yang dihadapi BPR/BKK adalah penetrasi pemasaran yang dilakukan oleh Bank Jateng. Bank plat merah milik Pemprov tersebut melakukan ekspansi ke pasar menengah kebawah. “Bahkan Bank Jateng membentuk unit mikro. Kami ingin tahu apakah masalah serupa juga terjadi disini. Kalau iya bagaimana mengatasinya,” katanya.

Sementara, Sekretaris Komisi C DPRD Jateng Tety Indarti membeberkan soal lemahnya pengawasan oleh dewan pengawas pada BPR/BKK di Jateng. “Apakah problem lemahnya pengawasan ini juga terjadi di NTB?” katanya.

Sementara itu Asisten III Bidang Admimistrasi dan Umum Pemprov NTB Muh Imhal mengatakan, jajaran BUMD termasuk didalamnya BPR NTB menyumbang 35 persen PAD di Provinsi NTB. Jumlah BPR NTB sebelum dilakukan merger adalah 10. ”APBD kami cuma Rp 5,3 triliun pada tahun 2017. Sedangkan untuk tahun 2018 dialokasikan sejumlah Rp 5,7 triliun. BUMD, termasuk BPR NTB menyumbang 35 persen,” ungkapnya.

Dia memiliki keyakinan yang sama bahwa BPR hasil merger dari 10 BPR milik Pemprov dan kabupaten/kota di NTB akan menjadi bank yang besar dan disegani. “Saat ini proses merger sudah fix, tinggal menunggu ijin dari OJK,” katanya.

Kunjungan kerja dalam rangka penyempurnaan Raperda BPR/BKK ini selain diikuti Komisi C juga dihadiri Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah (BPPD) Ihwan Sudrajat, Kabag BUMD Dinas Perekonomian Jateng, Khaeruddin, Direksi BPR/BKK, serta Direksi BUMD di Jateng. (ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dibilang Cabul, Dosen Kimia Undip Laporkan Mahasiswi

SEMARANG - Seorang mahasiswi semester akhir jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) dilaporkan ke Polrestabes Semarang. Mahasiswi berinisial Din itu...

Penjarakan Penyebar Hoax

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebagai Komandan Satgas NKRI PDI Perjuangan, Hendrar Prihadi, siap menjalankan perintah partai untuk mengamankan Pilgub Jateng dari persoalan berkaitan dengan penyebaran hoax,...

Jumat Balas Dendam

Alamat itu benar. Tetap benar. Masih benar. Masjidnya di rumah itu. Di pojokan itu. Di dalam pagar kayu yang rapat itu. Itulah satu-satunya rumah...

Pentingnya Kecerdasan Spiritual dalam Hidup

RADARSEMARANG.COM - PADA dasarnya manusia diciptakan oleh Allah SWT telah dibekali dengan tiga kecerdasan yang merupakan tanda kesempurnaan dalam ciptaan-Nya. Namun hal itu tidak...

Optimalisasi Layanan, Satlantas Luncurkan Samsat Siaga

MAGELANG - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Magelang Kota mengoptimalisasi layanan pajak kendaraan kepada warga dengan program Samsat Siaga. Program tersebut diwujudkan dengan mobil...

Literasi Optimal, Solusi Rabun Baca dan Mandul Tulis

GERAKAN Literasi Sekolah adalah sebuah gerakan penyadaran literasi yang dimulai dari lembaga pendidikan. Gerakan Literasi Sekolah mengajak semua pihak untuk terlibat dalam usaha penyadaran...