33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Hindari Bahan Kimia, Olah Tumbuhan Jadi Cat Air

Selvia DKK, Mahasiswa Udinus Ciptakan Inker’s Natural

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM – Sekelompok mahasiswa ini berpikir bagaimana agar anak-anak bisa bermain cat tanpa menggunakan bahan kimia. LantasmMereka melakukan eksperimen tumbuh-tumbuhan diolah menjadi cat air. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

SEKELOMPOK anak muda ini berpikir sederhana. Mereka melakukan pengamatan di lingkungan masyarakat di sekitarnya. Permasalahan awalnya, anak-anak suka bermain cat untuk mewarnai. Tetapi, cat air selama ini cukup berbahaya bagi anak-anak karena mengandung bahan kimia.

Selvia Eri Kuntari, mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, bersama teman-temannya, Agnes Yunitasari, Dita Cahya, Gisky Ichza Anindya, dan Sawitri Kemala Putri, kemudian melakukan eksperimen sederhana.

“Kami berpikir untuk menciptakan inovasi cat air berbahan alami yang ramah lingkungan. Tentunya agar aman bagi anak-anak,” kata Selvia kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (25/1) kemarin.

Eksperimen yang dilakukan pada September 2017, saat itu berawal dari tugas kuliah, mata kuliah kewirausahaan. “Kebetulan saat itu, kami mendapatkan tugas inovasi produk baru. Kami mencari gagasan baru berdasarkan pengamatan. Melalui ujicoba bahan tumbuh-tumbuhan, kami menemukan tiga pokok warna, yakni merah, hijau dan kuning,” terangnya.

Warna merah terbuat dari kayu Secang. Kayu tersebut direbus terlebih dahulu, kemudian ada cairan kental, lalu dituangkan. Warna hijau terbuat dari daun Suji, dilakukan proses penumbukan hingga mengeluarkan air. “Sedangkan warna kuning dibuat dari Kunyit yang kami parut dan peras untuk diambil sarinya. Sementara ini, baru ada tiga warna, yakni merah, kuning dan hijau. Untuk membuat warna lain bisa mengolah atau mencampur tiga warna itu, hingga menghasilkan warna lain sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Konsep cat air berbahan alami ini kemudian diberi nama Inker’s Natural. “Kami menekankan anak kecil di Taman Kanak-Kanak dan PAUD bisa menggunakan tanpa ada kekhawatiran bahaya bahan kimia. Kami telah membuat sedemikian rupa, sehingga cat air ini bisa diaplikasikan untuk melukis menggunakan media kanvas. Mudah diresap,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Optimistis Penjualan Meningkat

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Survey Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Tengah menunjukkan ekspektasi omset penjualan pada 3 dan 6 bulan yang akan datang masih berada...

Proyek Pelebaran Jalan Legokalong Diprotes Warga

KAJEN-Warga Desa Legokkalong, Kecamatan Karanganyar, melakukan aksi protes kepada petugas proyek pelebaran jalan. Pasalnya, petugas proyek tanpa sosialisasi terlebih dahulu langsung melakukan pengerukan dan...

Belum Punya Tabel Denda

SEMARANG- Rencana pemberlakuan e-tilang CCTV di Kota Semarang mulai 25 September mendatang mendapat sorotan dari berbagai pihak. Sebab, sejauh ini dinilai masih banyak celah...

Klub Motor Ikut Berpartisipasi

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Puluhan anggota klub motor Yamaha RX King Ungaran mendatangi personil TNI yang sedang melaksanakan pembangunan betonisasi jalan dusun Mesu, Desa Bonomerto,...

Bonus untuk Atlet TNI

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG -  Prajurit TNI yang berhasil menorehkan prestasi dalam Asian Games 2018 bulan depan akan mendapat bonus dari pimpinan TNI AD. “Bagi prajurit yang menjadi...

Bupati Minta PPK Jaga Netralitas

UNGARAN – Anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kabupaten Semarang diminta netral saat ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng yang akan digelar pada 27 Juni...