Hindari Bahan Kimia, Olah Tumbuhan Jadi Cat Air

Selvia DKK, Mahasiswa Udinus Ciptakan Inker’s Natural

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – Sekelompok mahasiswa ini berpikir bagaimana agar anak-anak bisa bermain cat tanpa menggunakan bahan kimia. LantasmMereka melakukan eksperimen tumbuh-tumbuhan diolah menjadi cat air. Seperti apa?

ABDUL MUGHIS

SEKELOMPOK anak muda ini berpikir sederhana. Mereka melakukan pengamatan di lingkungan masyarakat di sekitarnya. Permasalahan awalnya, anak-anak suka bermain cat untuk mewarnai. Tetapi, cat air selama ini cukup berbahaya bagi anak-anak karena mengandung bahan kimia.

Selvia Eri Kuntari, mahasiswi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, bersama teman-temannya, Agnes Yunitasari, Dita Cahya, Gisky Ichza Anindya, dan Sawitri Kemala Putri, kemudian melakukan eksperimen sederhana.

“Kami berpikir untuk menciptakan inovasi cat air berbahan alami yang ramah lingkungan. Tentunya agar aman bagi anak-anak,” kata Selvia kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (25/1) kemarin.

Eksperimen yang dilakukan pada September 2017, saat itu berawal dari tugas kuliah, mata kuliah kewirausahaan. “Kebetulan saat itu, kami mendapatkan tugas inovasi produk baru. Kami mencari gagasan baru berdasarkan pengamatan. Melalui ujicoba bahan tumbuh-tumbuhan, kami menemukan tiga pokok warna, yakni merah, hijau dan kuning,” terangnya.

Warna merah terbuat dari kayu Secang. Kayu tersebut direbus terlebih dahulu, kemudian ada cairan kental, lalu dituangkan. Warna hijau terbuat dari daun Suji, dilakukan proses penumbukan hingga mengeluarkan air. “Sedangkan warna kuning dibuat dari Kunyit yang kami parut dan peras untuk diambil sarinya. Sementara ini, baru ada tiga warna, yakni merah, kuning dan hijau. Untuk membuat warna lain bisa mengolah atau mencampur tiga warna itu, hingga menghasilkan warna lain sesuai dengan kebutuhan,” katanya.

Konsep cat air berbahan alami ini kemudian diberi nama Inker’s Natural. “Kami menekankan anak kecil di Taman Kanak-Kanak dan PAUD bisa menggunakan tanpa ada kekhawatiran bahaya bahan kimia. Kami telah membuat sedemikian rupa, sehingga cat air ini bisa diaplikasikan untuk melukis menggunakan media kanvas. Mudah diresap,” imbuhnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -