DPRD Wonosobo Dukung Forum Honorer K2 dan Komunitas Pemberkasan PPG Non PNS

Komisi D dan A Terima Audiensi Forum K2 dan PPG-3

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Forum Honorer Kategori 2 (K2) dan Komunitas Pemberkasan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Non-PNS yang mengajar di sekolah negeri melakukan audiensi dengan Komisi D dan A DPRD Kabupaten Wonosobo di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Kabupaten Wonosobo, Kamis (25/1). Dalam audiensi yang diterima Ketua Komisi D Faizun, didampingi Wakil Ketua Komisi D Mugi Sugeng beserta beberapa anggota Komisi D serta Ketua Komisi A Suwondo Yudisthiro didampingi beberapa anggota Komisi A, ikut hadir Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sigit Sukarsana beserta jajarannya dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Lutfi Amin beserta jajarannya.

Menurut Ketua Forum Honorer Kategori 2 (K2) Zaenal Arifin, audiensi dilakukan untuk meminta dukungan kepada legislatif dan eksekutif agar nasib mereka sebagai tenaga honorer K2 lebih jelas, khususnya dengan adanya wacana revisi UU ASN. Pada akhirnya bisa membantu memperjelas nasib tenaga honorer untuk diangkat menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Lebih spesifik lagi terkait penerapan Permendikbud Nomor 8 Tahun 2017 tentang Juknis BOS Tahun 2017, yang mana dalam Permendikbud ini melarang sekolah menggaji honorer K2 menggunakan dana BOS apabila tidak ada surat keputusan Bupati,” katanya

Sedangkan Nurvina Umar dari Komunitas Pemberkasan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Non-PNS yang mengajar di sekolah negeri menyampaikan, audiensi ini didasarkan adanya pengumuman hasil pretest PPG yang mewajibkan 10 guru SD dan SLTP yang dinyatakan lulus untuk melengkapi persyaratan dengan mengirimkan berkas ke Dinas Pendidikan paling lambat 2 Februari 2018.

“Tersiar kabar bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Wonosobo tidak mengizinkan guru yang telah lulus pretest PPG untuk mengikuti pemberkasan dikarenakan terhalang poin 2d persyaratan administrasi yang dikeluarkan oleh Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan. Yakni guru bukan PNS di sekolah negeri harus memiliki SK dari Pemerintah Daerah atau yang diberi kewenangan dilegalisasi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten,”katanya

Ketua Komisi D Faizun menyampaikan, DPRD Kabupaten Wonosobo siap untuk mendukung Forum Honorer Kategori 2 (K2) dan bersedia untuk menandatangani surat yang akan ditujukan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Presiden RI. Surat itu terkait kejelasan nasib K2 untuk diangkat menjadi ASN, sembari meminta Pemerintah Daerah untuk tetap serius memperhatikan nasib mereka. “Keluhan dari guru honorer ini akan kami sampaikan juga kepada Pemkab Wonosobo.” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi D Mugi Sugeng menambahkan, Pemerintah Daerah bisa mengusulkan formasi pengisian kepegawaian untuk tenaga pengajar kepada pemerintah pusat, karena belanja pegawai Kabupaten Wonosobo dari total APBD TA 2018 di bawah 50 persen. Sedangkan untuk kesejahteraan tenaga honorer saat ini, pemerintah sudah menaikkan honor bulanan mereka, sebesar 100 persen dari tahun sebelumnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -