33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Dewan Tolak Rencana Minta Aset Pusat

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—DPRD Kendal merasa tidak dimintai persetujuan atas kerjasama Pemkab Kendal dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III dalam mengelola Pelabuhan Niaga Kendal. Dewan juga menolak rencana Pemkab yang akan meminta aset dari pemerintah pusat yang ada di pelabuhan.

Ketua Komisi C Nashri menyatakan tidak tahu isi nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani Bupati Kendal Mirna Annisa bersama Dirut PT Pelindo III IGN Askhara Danaputranto beberapa waktu lalu. Termasuk keuntungan yang akan didapat Kendal dari pelabuhan yang akan dikelola Pelindo tersebut apa saja. “Padahal ini menyangkut nasib Kendal ke depan, tapi kami tidak dimintai persetujuan,” kata Nashri, Kamis (25/1).

Menurutnya, seharusnya pemda sudah mulai menentukan grand design pelabuhan Kendal itu nanti arahnya akan dikembangkan seperti apa, dan yang didapat daerah apa saja. Sebab pelabuhan Kendal cukup besar, sehingga nantinya akan menyerap tenaga kerja. “Penyerapan tenaga kerja ini juga harus mulai direncanakan sejak dini. Sehingga warga Kendal nantinya bisa bekerja di pelabuhan. Termasuk peluang usaha yang bisa digarap warga ketika pelabuhan sudah beroperasi,” tandasnya.

Selain itu, ia juga menolak rencana Pemkab Kendal untuk menarik aset pemerintah pusat yang ada di Pelabuhan Niaga Kendal. Yakni meliputi aset di laut senilai Rp 97 miliar dan aset di darat senilai Rp 234 miliar. Menurutnya hal itu akan jadi bumerang bagi pemerintah daerah ke depan. Sebab dengan adanya hibah aset, maka pemerintah pusat tidak lagi punya kewajiban untuk merawat, memperbaiki dan membangun pelabuhan.

“Dengan pelabuhan sebesar itu, apakah daerah mampu mengelolanya sendiri. Sebab APBD Kendal ini tidak besar, bahkan untuk pembangunan infrastruktur jalan saja sekarang ini masih kurang-kurang,” tandasnya.

Ketua Komisi D Akhmad Suyuti menambahkan, jalan pelabuhan yang sudah ada saat ini dibangun dengan bantuan pemerintah Provinsi Jateng. Jadi pemilik aset pelabuhan Kendal ada tiga yakni Pemkab Kendal, Pemprov Jateng dan Kementerian Perhubungan. “Mungkin sekarang ini awal-awal enjoy, karena kondisi pelabuhan masih bagus. Tapi lama-kelamaan akan rusak, dan pemerintah daerah tidak mampu mengelola. Akhirnya daerah tidak mampu mengelola akan diminta oleh Pelindo III karena yang mampu membangun. Jadi semua perlahan akan dikuasai oleh Pelindo III,” tambahnya. (bud/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menemukan Kembali Fitrah yang Hilang

RADARSEMARANG.COM - MANUSIA adalah makhluk yang paling mulia (QS. al-Isra’: 70) dan sebaik-baik ciptaan Tuhan (QS. al-Tin: 4). Ia diciptakan dengan karakter dasar yang...

Pedagang Klaim Harga Cabai Turun

MAGELANG– Harga cabai rawit merah yang sempat naik di sejumlah pasar di Kota Magelang hingga Rp 120.000/kg, selama beberapa bulan terakhir ini, akhirnya turun....

Ramadan, Tingkatkan Interaksi Sosial

SEMARANG- Memaknai hari lahirnya Pancasila kita harus kembali ke fitrah asal mula Pancasila yang menyatukan bangsa Indonesia dalam kebhinekaan namun tetap bersatu memerdekaan NKRI...

Gelar Upacara di Tengah Hutan Pinus

MAGELANG--Kodim 0705/Magelang menggelar upacara di beberapa tempat untuk memperingati HUT ke-72 TNI dan HUT ke-67 Kodam IV/Diponegoro, Kamis (5/10). Salah satunya di tengah hutan...

Dikabarkan Ikut Pileg, Anak D.N. Aidit Pastikan Tak Nyaleg

JawaPos.com - Isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) terus digulirkan sejumlah pihak. Menjelang pemilihan umum legislatif, isu diarahkan ke keluarga PKI. Keluarga D.N. Aidit menjadi sasarannya....

Mual dan Muntah Usai Kenduri

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Sedikitnya 70 warga dari Dusun Pingit Lawang dan Durenan Desa Pingit Kecamatan Pringsurat Kabupaten Temanggung mengalami keracunan dan harus dilarikan ke...