33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Alat Ukur 14 SPBU Ditera Ulang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Setelah resmi memiliki lembaga Meterologi sendiri, Pemerintah Kota Pekalongan gencar menggelar tera ulang. Selain ingin melindungi konsumen dari kecurangan pada alat ukur, juga sosialisasikan bahwa kini pihaknya memiliki lembaga sendiri untuk tera alat ukur.

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz bersama Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop & UKM) Kota Pekalongan turun sendiri memantau tera ulang terhadap alat ukur di 14 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Pekalongan. tera ulang tersebut dilakukan Wali Kota usai menggelar Operasi Pasar Beras Murah di Pasar Grogolan, Kamis (25/01).”Jika alat ukur yang digunakan pas dan sesuai standar maka konsumen tidak merasa dirugikan. Dan kebetulan dalam proses tera ukur tadi tidak ditemukan masalah,” kata Saelany.

Saelany Machfudz juga menegaskan kepada Dinas terkait, agar bisa mengoptimalkan alat yang sudah ada pada Kantor Meterologi setempat. Bahkan juga menyrankan, agar daerah-daerah yang lain pun bisa memanfaatkan lembaga Meterologi yang ada di Pekalongan untuk bisa melakukan tera ulang alat ukur usahanya.

Kepala Dindagkop dan UKM Zaenul Hakim, menjelaskan bahwa tera ukur tersebut merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan demi menjaga ukuran yang pas, baik berupa tera ulang pada timbangan yang digunakan di pasar-pasar maupun ukuran pada 14 SPBU yang ada di Kota Pekalongan.

“Setiap setahun sekali sebenarnya dilakukan tera ulang, tapi diluar itu kita juga. Tim teknis kita juga melakukan pemeriksaan secara berkala untuk mengurangi kecurangan yang akibatnya bisa merugikan konsumen,” jelasnya.

Lebih lanjut Zaenul menambahkan bahwa usai diresmikannya Gedung Unit Meterologi pada Dindagkop & UKM, pihaknya berharap mampu lebih meningkatkan keakuratan ukuran dan timbangan yang ada di Kota Pekalongan. Pihaknya bahkan siap melayani para masyarakat pengguna yang ingin melakukan tera ulang terhadap timbangan maupun alat ukur yang lain.”Kemarin salah satu sekolah juga ada yang meminta agar timbangan di sekolahnya untuk ditera ulang guna menunjang kebutuhan laboratorium sekolah, kemudian kita lakukan,” lanjut Hakim.

Manajer SPBU Merdeka, Tri Paryono mengungkapkan, selain dilakukan tera ulang oleh Pemerintah Kota, pihaknya juga secara rutin dan berkala melakukan peninjauan atas alat ukur yang dimiliki. Dia bahkan berterima kasih kepada pihak Pemerintah Kota Pekalongan, yang kini memiliki Kantor Meterologi sendiri untuk melakukan tera pada alat ukurnya.”Sebelumnya kalau mau tera alat, kami harus jauh-jauh ke Tegal, namun sejak januari 2018 ini kita jadi mudah dan dekat karena di kota Pekalongan sendiri sudah ada,” ucapnya senang. (han/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Suguhkan Komedi Universal yang Mudah Dicerna

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sebuah film karya anak bangsa siap menggebrak bioskop Indonesia, kali ini film ‘Yo Wis Ben’ karya dari Bayu Skak, menjanjikan tontonan komedi yang...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Relokasi Pedagang Yaik Baru Tak Jelas

”Sampai saat ini masih menunggu kepastian mengenai prosesi, mekanisme, termasuk perencanaan pembangunan Pasar Johar.” Danur Rispriyanto SEMARANG - Rencana relokasi pedagang Pasar Yaik Baru masih belum...

Wanti-Wanti PKL Tidak Buat Kapok Pengunjung

MAGELANG – Wali Kota Sigit Widyonindito meminta pedagang kaki lima (PKL) Pusat Kuliner Tuin Van Java (TVJ) Alun-Alun Kota Magelang untuk tidak membuat kapok...

Rp 44 M untuk Layani Penderita Kanker

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – RSUD milik Pemprov Jateng, Tugurejo Semarang, kini punya Gedung Radiotherapi, IBS, dan ICU. Butuh biaya sekitar Rp 44 miliar untuk membangun...

Tak Kenal Capek Untuk Kejar Prestasi

BAGI Jeslyn Sherly Calista bulutangkis sudah menjadi bagian hidupnya. Melalui olahraga ini, gadis yang akrab dipanggil Sherly ini sudah menorehkan banyak prestasi. Terakhir, gadis...