33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Pembangunan Energi Perlu Pemerintahan Bersih

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pembangunan energi hanya bisa dilakukan oleh pemerintahan yang bersih. Pemerintahan yang korup, tidak jujur, dan mementingkan kepentingan kelompok di atas kepentingan nasional, sulit melaksanakan pembangunan energi.

Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said mengungkapkan hal itu saat menjadi pembicara dalam seminar nasional bertema Masa Depan Energi dan Sumber Daya Alam/Mineral di Jawa Tengah, yang diselenggarakan Dewan Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Rabu (24/1) kemarin.

Pak Dirman – sapaan akrabnya- menyampaikan, pemimpin yang tidak bersih hanya berpikir jangka pendek. Sementara pembangunan energi adalah pekerjaan jangka panjang. Belum tentu selesai satu periode masa pemerintahan.

“Karena itu, jika menggunakan kalender Pemilu, yang lima tahunan, pembangunan energi tidak pernah akan bisa dilaksanakan. Pembangunan energi harus berpikir untuk generasi mendatang,” tandas Pak Dirman.

Pak Dirman berpendapat, menghadapi ancaman habisnya energi fosil, maka sudah sepatutnya energi baru terbarukan (EBT) didorong guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Sesuai dengan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) bauran energi nasional, tahun 2025 kontribusi EBT diharapkan mencapai 23 persen.

“Namun target tersebut tampaknya sulit dicapai karena hingga akhir tahun 2017 baurannya baru mencapai sekitar 9 persen. Dengan tingkat pertumbuhan EBT rata-rata hanya 0,54 persen per tahun, sulit target bauran 23 persen tahun 2025 tercapai,” urai Pak Dirman.

Saat menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pak Dirman sangat mendorong pembangunan EBT. Meskipun saat itu dia mendapat tentangan karena mahalnya investasi untuk membangun pembangkit EBT.

“Mahal karena kapasitas yang dibangun masih kecil. Kalau kapasitasnya besar dalam jangka panjang akan murah, dan mengurangi ketergantungan pada BBM impor,” terang dia.

Pak Dirman bertekad, jika terpilih sebagai gubernur dia akan meningkatkan bauran EBT dalam pemanfaatan energi di Jateng. Saat ini, bauran EBT di Jateng baru 4 persen dari 7.299 megawatt atau sekitar 337 megawatt. Masih jauh di bawah rata-rata nasional yang 9 persen.

“Kalau dipilih rakyat Jateng jadi gubernur, saya akan panggil para pengusaha pembangkit listrik untuk meningkatkan bauran EBT di pembangkitnya. Saya kira kalau pemimpinnya jujur, tidak punya kepentingan pribadi dan kelompok, pengusaha akan nurut,” imbuh Pak Dirman.

Dunia usaha, lanjut dia, pada dasarnya akan ikut aturan pemerintah. Asal pemerintahnya bersih dan semata bekerja untuk kepentingan rakyat. (har/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bistik Solo hingga Ayam Sarang Tawon ala Gaza

Ingin menikmati bistik yang lezat? Datanglah ke Gaza. Jangan berfikir lokasi konflik di Palestina, tapi Gaza ada di Jalan Sawojajar I Nomor 34 Semarang....

Kampanye Cinta Budaya Lokal

Semakin lunturnya budaya lokal membuat sekelompok pemuda membentuk Komunitas Tembang Jiwa Jateng. Sudah dua tahun lebih mereka menggelar event rutin sebagai upaya melestarikan dan...

Semarang Kekurangan Pialang Saham

SEMARANG – Industri pasar modal diyakini akan terus berkembang di tahun 2017 ini. Sayangnya, sumber daya manusia pada sektor tersebut belum cukup memadai. Di...

PLN Gandeng Kejagung Tuntaskan Proyek 35.000 MW

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero, menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) Bidang Tata Usaha Negara, dalam menuntaskan proyek pembangunan jaringan listrik 35.000 Mega...

KPK Didesak Bertindak Tegas

SEMARANG - Divisi Korupsi, Politik, dan Anggaran Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi Nepotisme (KP2KKN) Jateng, Rony Maryanto meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berani...

RSUD Layani Pasien Cuci Darah 

DEMAK-Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sunan Kalijaga Demak secara resmi telah mengoperasikan unit hemodialisa. Sudah ada beberapa pasien gangguan gagal ginjal yang telah menjalani...