33 C
Semarang
Jumat, 25 September 2020

Kontraktor Nakal, Asal Tawar Harga Terendah

Merusak Anggaran, Proyek Tak Diselesaikan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Sejumlah kontraktor yang mengikuti lelang di Kota Semarang patut diwaspadai. Mereka merusak anggaran Pemkot Semarang dengan cara mengikuti lelang pekerjaan proyek, dengan berani menawar harga paling rendah dan waktu singkat. Sehingga kontraktor tersebut memenangkan lelang tersebut.

Tetapi dalam teknis pelaksanaan, ternyata pekerjaan tidak selesai. Mereka dibayar sesuai persentase hasil penyelesaian pekerjaan pun tidak merugi. Tetapi anggaran Pemkot Semarang menjadi rusak. Pasalnya, telah menyebabkan sisa anggaran pembangunan tersebut menjadi Silpa (Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan) dan pekerjaan pembangunan terancam mangkrak karena tidak selesai.

“Begini, saya percaya teman-teman di jajaran Pemkot Semarang telah bekerja sesuai aturan. Saking takutnya menyalahi aturan, mereka tidak berani memenangkan kontraktor yang berkualitas,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Pihadi, kemarin.

Mengapa demikian? Karena sesuai aturan, kontraktor yang dimenangkan adalah kontraktor yang menawar dengan harga terendah, sesuai aturan administrasi. “Tapi karena dlosor-dlosoran menawar harga teredah, ternyata ada kontraktor yang mampu menyelesaikan pekerjaan, dan ada kontraktor yang tidak mampu menyelesaikan pekerjaan,” katanya.

Dalam teknis pelaksanaan kegiatan, kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, Pemkot Semarang hanya mengawasi saja. Mulai dari pemakaian konstruksi baja, besi, semen, dan lain-lain, harus sesuai dengan ukuran sebagaimana perencanaan. “Misalnya memakai konstruksi baja, ketebalan 10 sentimeter ya harus pakai 10 sentimeter. Tidak bisa dikurangi ukuran yang telah direncanakan. Kalau kemudian dalam pelaksanaannya kontraktor bilang wah nggak bisa pak, karena harganya rendah. Yang seperti itu ya urusanmu,” ujarnya.

Hendi menyayangkan kalau kemudian kontraktor tidak berani menjalankan karena takut merugi. Apalagi hingga pekerjaan tersebut tidak berjalan. Menurutnya, hal itu murni kesalahan kontraktor. “Ini salah siapa? Ya pasti salah kontraktor. Dia berani menawar dengan harga rendah. Mestinya kalau dia berani menawar, otomatis harus berani memertanggungjawabkan dokumennya. Kalau dia nggak berani, nggak usah menawar rendah,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

ASN Jangan Terlibat Politik Praktis

KENDAL—Bupati Kendal Mirna Annisa meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kendal untuk fokus melayani masyarkat dan membangun daerah. Sebab, sudah saatnya Kendal...

Karnaval Kebangsaan Berlangsung Meriah

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Karnaval kebangsaan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-73 Republik Indonesia penuh warna-warni. Aneka ragam karya seni anak bangsa turut menandai pawai...

Diimingi Uang, 6 Gadis Tertipu

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Jajaran Reskrim Polres Salatiga meringkus tersangka penggelapan, Winarko, 33, warga Cabean Kulon, Karangduren, Tengaran, Kabupaten Semarang, Jumat (27/7) lalu. Tukang batu ini diringkus...

Selang Karbit Lepas, Bengkel Terbakar

TEMANGGUNG—Bangunan bengkel knalpot milik Vesa Malidi, 46, di Jalan Pahlawan—tepatnya di Dusun Jubug, Desa Wanutengah, Kecamatan Parakan, Temanggung—Selasa (5/12) kemarin, ludes dilalap si jago...

Ajak Siswa Pahami SDA Indonesia

SEMARANG – Puluhan siswa SMA Negeri 10 Semarang antusias mendengarkan setiap penjelasan terkait minyak dan gas bumi. Mereka juga dimotivasi untuk mau berkarir di...

Seribu Laser di Ketep Pass

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati area parkir kawasaki wisata Ketep Pass Sawangan, Kabupaten Magelang, pada Minggu (31/12/2017) malam hingga Senin (1/1/2018) dini...