33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

Cantrang Dilarang, Kredit Macet Mengancam

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Dilarangnya penggunaan alat tangkap cantrang di Kabupaten Batang ternyata cukup berimbas dalam bidang ekonomi. Tercatat pada awal tahun ini, Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan (PD BPR BKK) di Batang mengalami kredit macet. Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet sudah menyetuh angka 4,9 persen atau mendekati batas lampu merah di 5 persen.

“NPL PD BPR BKK Batang baru menyentuh 4,9 persen, walupun sudah mendekati angka batas maksimal 5 namun masih terbilang aman dan bisa dilanjutkan,” ucap Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono saat hadir dalam Undian PD BPR BKK Kabupaten Batang di Hotel Dewi Ratih, Rabu (24/1).

Sri Puryono berharap pada masyarakat tetap mendukung dan memanfaatkan PD BPR BKK ini untuk kredit usaha – usaha UMKM, UKM dan juga menabung. Bahkan ia berharap anak – anak diajari gemar menabung sejak dini.

“Karena PD BPR BKK di samping memberikan deviden kontribusi Pendapatan Asli Daerah dan juga ada unsur sosial, karena sebagai Perusahaan Daerah yang harus memberikan aspek sosial dengan kemudahan, bunga rendah dan kemudahan lainnya,” jelas Sri Puryono.

Direktur PD BPR BKK Kabupaten Batang Teguh Suprianto mengatakan, kredit macet yang terjadi selama ini dikarenakan nasabah yang sebagian besar nelayan belum bisa membayar tanggung jawabnya. Hal ini akibat adanya pelarangan menggunaan alat tangkap cantrang mempengaruhi pendapatan mereka

“Dari 8 kantor kami di Batang, 5 kantor melayani nelayan dari Kecamatan Gringsing, Tulis, Batang Kota, Limpung, dan kantor pusat sendiri. Dan 30 persen perputaran keuangan berasal dari nelayan. Dengan 90 persen masyarakat perikanan bergantung cantrang, maka tidak ada aktivitas ekonomi,” ujarnya.

Dilanjutkannya, sebenarnya selama 2 tahun pelarangan cantrang oleh pemerintah, nasabah nelayan tetap berusaha membayar kewajibannya. Walaupun sedikit terlambat, pihaknya bisa memaklumi. Namun akhir tahun belakangan, jarak pembayaran semakin jauh. Hingga kini ada sekitar Rp 900 juta kredit yang macet.

“Semoga dengan adanya kebijakan dari Presiden terkait diperbolehkan lagi penggunaan alat tangkap cantrang, bisa melancarkan kredit macet nelayan,” katanya. (han/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...