33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

1,7 Ton Beras Ludes Hitungan Jam

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Kebutuhan warga agak beras yang terjangkau sangat terlihat ditengah harga beras yang melambung tinggi seperti ini. Hal itu terlihat dari kegiatan operasi pasar yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos) Kendal bersama  Bulog. Yakni dengan menjual beras dengan harga normal.

Sebanyak 1,7 ton beras jenis C4 dalam mobil box atau pickup langsung dikerumuni warga pengunjung pasar. Beras tersebut langsung habis dalam hitungan jam.Salah seorang warga, Purwanti, 38, warga Bangunsari Kecamatan Brangsong mengaku senang adanya operasi pasar ini. Ia mengaku bisa membeli beras 10 kilogram dengan harga Rp 9.500 per kilogram.

“Senang sekali, soalnya harga di toko kelontong maupun di pasar, beras C4 sekarang sudah mahal, perkilo bisa Rp 12 ribu.  Operasi pasar ini bisa membantu warga yang ekonominya pas-pasan seperti kami,” kata Purwanti kemarin (23/1).

Hal senada dikatakan Siti Romlah, 46, warga Kendal.  Ia mengaku bisa membeli beras lima kilogram. Namun ia sudah senang karena kemampuannya memang sekian saja. “Sebenarnya juga pengen beli banyak, tapi uangnya hanya cukup untuk beli lima kilogram. Sisanya buat belanja kebutuhan lainnya,” tandasnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial, Kuncahyadi mengatakan jika kegiatan operasi ini dilaksanakan sebagai tujuan agar harga beras kembali normal. Sebab, harga beras ini menurutnya bukan karena minimnya stok beras melainkan adanya permainan dari para tengkulak beras.

“Kendal ini surplus beras, tapi stok beras di pedagang minim. Sehingga harga melambung tinggi. Operasi pasar ini salah satu cara agar para tengkulak yang menimbun beras tidak lagi menimbun beras, atau menjual beras yang ditimbun. Sehingga harga beras bisa normal kembali,” katanya.

Operasi beras ini akan dilakukan selama lima hari berturut-turut dengan sasaran lima pasar tradisional di Kendal. Yakni pasar Kendal, Pasar Weleri, Pasar Kaliwungu, Pasar Boja dan Pasar Sukorejo. “Kemungkinan masih akan berlanjut sampai harga beras bisa kembali normal. Karena kasihan masyarakat, mereka harus membeli beras dengan harga mahal,” tegasnya.

Sementara Sekda Kendal mengaku, pihaknya akan berupaya agar beras di Kendal tidak dijual ke para tengkulak dari daerah lain. Sebisa mungkin beras maupun gabah hasil panen bisa dijual ke pedagang di Kendal. Sehingga tidak ada istilah kelangkaan beras, karena Kendal sudah surplus beras,” tegasnya.

Harga beras di sejumlah pedagang di Pasar Tradisional di Kendal mengalami kenaikan. Kenaikan mencapai Rp 1.800-2.400 per kilogram. Kenaikan harga juga disusul kelangkaan beras dipasaran.

Nurul, salah satu pedagang beras di Pasar Kendal mengatakan jika kenaikan diduga terjadi kelangkaan beras. Kenaikan beras mengalami kenaikan sejak akhir tahun 2017 lalu. Untuk beras jenis bramo yang semula Rp 10.200 kini menjadi 12.400 per kilogram. Atau naik sebesar 2,2 ribu.

Kenaikan terjadi juga pada Beras Jenis Mentik Wangi yakni dari Rp 10.600 menjadi Rp 12.400. Sedangkann C4 naik dari Rp 9.800 jadi Rp 12.200. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Berlangsung Meriah, Gelar Khitanan Masal

RADARSEMARANG.COM - FORTUNER Community (SFC) pada 6 Juli 2018 lalu resmi menginjak usia ke-8. Berbagai kegiatan telah dilakukan, sebagai wujud syukur komunitas mobil terbesar...

Perkuat Toleransi Umat Beragama

SEMARANG – Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat toleransi antarumat beragama. Hal ini sangat penting, mengingat sekarang ini banyak pihak-pihak...

Enam Siswa Segera Diperiksa

MUNGKID— Penyelidikan terhadap laporan kasus dugaan bullying disertai kekerasan terhadap pelajar SMA Taruna Nusantara (TN) berinisial MIH, 15, terus berlanjut. Polres Magelang sudah mengirimkan...

Masjid Agung Tak Boleh untuk Kampanye

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Panwaskab Demak melayangkan surat peringatan kepada takmir Masjid Agung Demak. Ini terkait informasi bahwa masjid karya Walisongo itu akan digunakan untuk...

Polisi Zaman Now, Harus Cakap Bahasa Inggris

TEMANGGUNG- Untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris bagi anggotanya, Polres Temanggung menggelar pelatihan bahasa Inggris di ruang aula Loka Dharma Polres Temanggung, Kamis (16/11) kemarin....

Tekan Pengangguran, Perbanyak Job Fair

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terus melakukan upaya dan inovasi untuk menekan angka pengangguran di Jateng. Seiring semakin kompleks dan beratnya tantangan dunia kerja...