Satu Nelayan Masih Kritis

304

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Seorang nelayan asal Kelurahan Bandengan, Agus Munir alias Bathuk, hingga semalam masih menjalani rawat inap di RSUD dr Soewondo Kendal. Pria berusia 27 tahun ini dalam kondisi kritis usai pesta minuman keras oplosan jenis ginseng.

Pesta miras oplosan ini juga telah merenggut 3 nyawa, yakni Mohammad Azar, 29, Muhammad Kalimin, 29, dan Muhammad Alimin, 25. Keempat korban ini berpesta miras bersama 9 nelayan dan warga Bandengan lain. Tak tanggung-tanggung, pesta miras tersebut berlangsung dalam jangka waktu 3 hari berturut-turut. Mulai Kamis (18/1) hingga Sabtu (20/1).

Usai pesta miras, 4 orang tersebut mengaku perutnya mual dan muntah-muntah. Azar kemudian menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sementara 3 korban lain sempat dibawa ke rumah sakit. “Kalimin dan Alimin tewas di rumah sakit, sedangkan Agus saat ini masih selamat namun dalam kondisi kritis,” tandasnya Nur Kalam, 33 salah seorang saksi.

Dari informasi yang didapatnya, jika miras yang minum berjenis gingseng dan dioplos dengan obat batuk dan obat cacing. “Gingseng sendiri dibeli dari Pasar Srogo di Desa Sidorejo, Kecamatan Brangsong,” tandasnya.

Jenasah Azar dan Kalimin telah dimakamkan Minggu (21/1), sedangkan Alimin jenazahnya dimakamkan Senin (22/1) pagi. “Saya tidak tahu jenis miras dan dioplos dengan dari miras yang saya minum, karena di sana ada banyak orang dan tinggal minum,” kata Agus.

Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya mengatakan jika kasus ini pesta miras yang menyebabkan tiga tewas dan satu kritis ini masih dalam penyelidikan Polres Kendal. “Kami masih mendalami dan segera kami sisir penjual miras oplosan,” katanya.

Dalam sebulan ini setidaknya ada 6 warga Kendal yang tewas akibat miras oplosan. Tiga lainnya adalah warga Kalirandu, Kecamatan Cepiring. Yakni Munjari, 47 dan Kamidun, 48 dan Aziz Azisun, 40. (bud/ton)