Pendekatan Scientific Tingkatkan Prestasi Belajar

318
Oleh: Eko Hastuti SPd
Oleh: Eko Hastuti SPd

RADARSEMARANG.COM – PEMBELAJARAN Bahasa Jawa sekarang ini semakin dirasakan sulit bahkan menjadi momok bagi sebagian siswa SMP. Hal ini tentu hanya salah satu dampak adanya perubahan zaman yang terus berkembang dan kemajuan teknologi yang begitu canggih. Pola asuh dan model komunikasi dalam keluarga dengan sudut pandang baru ikut menjadi pemicu kurangnya penggunaan bahasa Jawa sebagai bahasa ibu maupun sebagai bahasa komunikasi. Banyak keluarga dari suku Jawa yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu, akibatnya siswa menjadi asing dengan kosa-kata bahasa Jawa dan kesulitan menggunakan bahasa Jawa. Apalagi bila harus menggunakan bahasa Jawa ragam krama kepada orang tua atau guru.

Demikian pula pada proses pembelajaran bahasa Jawa, sebagian besar siswa kesulitan dalam memahami teks, mengartikan kata-kata sulit, menentukan pokok-pokok isi, memahami isi dan menangkap makna yang terkandung dalam teks. Di akhir pembelajaran siswa juga kesulitan dalam memberikan tanggapan/komentar tentang isi dan pesan yang tersirat dalam wacana.

Dampak dalam pembelajaran adalah siswa menjadi kurang aktif dan prestasi belajar rendah. Faktor guru dalam menggunakan pendekatan, metode, strategi, dan media belajar juga bisa mempengaruhi keaktifan, dan prestasi belajar siswa.

Untuk itu,  guru perlu melakukan inovasi pembelajaran seperti menggunakan pendekatan Scientific. Pendekatan Scientific adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar siswa secara aktif mengkonstruksi konsep, hukum, atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisa data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan konsep, hukum, atau prinsip yang ditemukan. Langkah-langkah dalam pendekatan scientific menurut Permendikbud Nomor 54/2013 adalah mengamati, menanya, mencoba/mengumpulkandata/informasi, mengasosiasi/mengolah informasi dan mengkomunikasikan hasil yang ditemukan/menyajikan laporan. dalam tiga tahap kegiatan yakni kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

Setelah kegiatan pendahuluan, siswa berkelompok antara 4-5 orang, lalu diperdengarkan wacana dengaran tentang peristiwa budaya. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya atau menjawab pertanyaan tentang makna kata-kata sulit atau tentang isi wacana. Pada tahap mencari jawaban makna kata sulit atau menjawab pertanyaan tentang isi, siswa diperkenankan untuk mencari referensi dengan menggunakan kamus/buku pepak/sumber lainnya. Sehingga siswa dapat memahami isi dan menangkap makna yang terkandung dalam wacana. Termasuk mampu memberikan tanggapan atau komentar tentang isi dan pesan yang terkandung dalam teks yang diperdengarkan.