33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Lima Tahun Jateng Lampaui Nasional

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah mengalami pertumbuhan pesat dalam lima tahun terakhir atau sejak 2012. Bahkan pertumbuhan ekonomi ini lebih cepat dibanding nasional yang tumbuh stabil pada kisaran 5 persen. Pada triwulan III 2017, pertumbuhan ekonomi di Jateng mencapai angka 5,13 persen. Kondisi ini lebih baik dibanding periode yang sama (yoy) pada 2016 yang hanya 5,06 persen.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Tengah, Hamid Ponco Wibowo, mengatakan, berdasarkan data tersebut perekonomian di Provinsi Jawa Tengah menyumbang 8,74 persen terhadap perekonomian nasional. “Jateng berada pada posisi keempat penyumbang perekonomian terbesar setelah Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat,” ujarnya.

Ia mengatakan, pesatnya pertumbuhan ekonomi Jateng didorong oleh tiga faktor, yakni pertumbuhan ekspor, investasi dan konsumsi pemerintah. Sisi ekspor Jateng, kata dia, meningkat sebagai dampak pemulihan ekonomi global khususnya dari negara mitra dagang pengusaha Jateng, seperti Amerika Serikat, Eropa, dan Tiongkok.

Berdasarkan data BPS Jateng, ekspor kumulatif Januari-Desember 2017 mencapai USD 5.993,05 juta atau naik 11,21 persen dari ekspor kumulatif Januari-Desember 2016 (USD 5.389,14 juta). Sedangkan untuk investasi di Jateng, menurutnya, makin meningkat seiring adanya pembangunan infrastruktur tol trans Jawa oleh pemerintah pusat.

“Saat ini ekonomi Jawa Tengah terdorong oleh peningkatan investasi pembangunan infrastruktur yang tumbuh sebesar 7,35 persen (yoy), ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumya, yaitu sebesar 5,54 persen (yoy),” tambahnya.

Kemudian bila dibandingkan dengan  provinsi lain di Pulau Jawa, kinerja perekonomian Jawa Tengah tergolong lebih baik apabila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional, yakni 5,06 persen secara yoy.

Sebab itu, ia mengungkapkan inflasi Jateng pada tahun 2017 berada dalam level yang rendah dan stabil. Inflasi pada Desember 2017 tercatat sebesar 0,71 persen (mtm) atau sebesar 3,71 persen (yoy). “Capaian tersebut lebih rendah dibandingkan rata-rata inflasi Jawa Tengah 5 tahun terakhir sebesar 5,32 persen (yoy). Sehingga inflasi Jateng sampai dengan akhir tahun 2017 masih sesuai target, yaitu 4,1 persen,” terangnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengaku, dalam penerapan kebijakan dan programnya tak pernah lepas dari data riil. Hal ini agar apa yang diprogramkan sesuai dengan kebutuhan. “Agar tidak salah sasaran,” ungkapnya.

Misalnya dalam pertumbuhan UMKM, yang merupakan salah satu penyangga ekonomi, Pemprov Jateng memberikan kemudahan akses perbankan melalui Bank Jateng.

Dalam program investasi, Jateng juga memberikan kemudahan dengan pelayanan perizinan online. Selain itu, pada Senin (22/1) kemarin, Ganjar juga meluncurkan Koridor Ekonomi, Perdagangan Investasi dan Pariwisata (Keris) di Kantor Bank Indonesia Jateng. Keris Jateng merupakan sarana informasi dan konsultasi para investor yang akan berinvestasi di Jawa Tengah. (amh/hms/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

BPR Arto Moro Studi Banding ke Jepang

KOMISARIS Utama BPR Arto Moro Semarang, Dr H. Subyakto SH, MH, MM, saat ini tengah berkunjung ke Negeri Sakura, Jepang. Kunjungan Subyakto untuk mempelajari...

Bank Bapas 69 Masuk Kategori Sangat Sehat

MUNGKID—Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Bapas 69 Kabupaten Magelang dinyatakan sebagai bank dengan posisi sangat sehat. Hal ini tidak lepas dari berbagai program yang...

Lebih Dekat dengan Komunitas The Brighter Gen

Tak sembarang orang bisa bergabung dengan Komunitas The Brighter Generation (The Brighter Gen). Hanya mereka yang punya status sebagai agen asuransi milik Sun Life...

Bank Bapas 69 Lebarkan Sayap ke ke Jogja

MUNGKID - PD BPR Bank Bapas 69 Kabupaten Magelang terus melakukan inovasi untuk mengembangkan bisnisnya. Dalam waktu dekat, bank milik Pemkab Magelang ini akan...

Segera Realisasikan Pembangunan Tanggul

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengharapkan dukungan warga Kecamatan Wonokerto, agar turut mensukseskan program Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang sedang berjalan yaitu membangun...

Dunia Usaha Butuh Gubernur Komunikatif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Dunia usaha di Jateng membutuhkan gubernur yang komunikatif  dan enak diajak rembugan. Bukan gubernur yang susah diajak komunikasi, suka marah- marah, dan galak. Ketua...