33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Puluhan Motor Balap Liar Digaruk Polisi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 49 unit motor balap liar diamankan jajaran Polres Semarang, Sabtu malam (20/1) kemarin. Puluhan unit motor tersebut hasil razia geng motor yang melakukan balap liar di Jalan Diponegoro Ungaran, tepatnya di Lingkungan Gowongan.

Kabag Ops Polres Semarang, Kompol Suparji mengatakan selain sepeda motor, pengguna unit juga ikut diamankan pihak kepolisian. “Kami bertindak karena mendapatkan informasi dari masyarakat setempat. Mereka resah wilayahnya kerap digunakan untuk balap liar,” kata Suparji, Minggu (21/1) kemarin.

Dikatakannya, pembubaran balap liar geng motor tersebut juga dibantu warga setempat. Selain pengguna, para penonton balap liar ikut diamankan oleh petugas. Hasil tangkapan menunjukkan jika geng motor tersebut bukan warga asli Kabupaten Semarang, tapi warga Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Pati, Kota Salatiga, dan Kota Surakarta. “Warga resah karena merasa tidak ada yang ikut trek-trekan, justru digunakan sebagai ajang trek-trekan,” ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut, petugas bersama masyarakat setempat mulai membubarkan arena balap liar geng motor saat mereka masih asyik men-setting mesin di area tersebut. Setting motor dengan menggeber-geber mesin tersebut dilakukan mulai dari simpang tiga trafick light Gowongan hingga depan Toko Cat 888 Ungaran.

Saat dibubarkan petugas, lanjutnya, ratusan sepeda motor dan penonton langsung kocar-kacir melarikan diri. Meski begiu, para geng motor tidak bisa berbuat banyak, ketika dikejar anggota Sat Sabhara dan Sat Reskrim menggunakan mobil dan motor patroli.

Pengejaran membuahkan hasil karena mereka yang melarikan diri terjebak di beberapa jalan permukiman warga yang tertutup portal lingkungan. Pembalap dan penonton sekaligus motornya yang terjaring razia selanjutnya dikumpulkan di halaman Alfamart Gowongan sebelum dibawa ke Sat Lantas Polres Semarang. “Semua yang terjaring razia kami tilang dan motornya kami kandangkan,” ujarnya.

Unit sepeda motor tersebut bisa diambil dengan syarat mereka menghadirkan orangtua serta membawa surat kendaraan yang sah. “Juga wajib mengembalikan bentuk dan kelengkapan berkendara sesuai ketentuan,” katanya.

Kapolsek Ungaran, Kompol M Aslam menambahkan, pihaknya bersama anggota gabungan Polres Semarang rutin menggelar razia balap liar di wilayah hukum Polsek Ungaran. Seperti halnya melakukan razia balap liar di sekitaran Alfamart Gowongan. “Saya sudah minta izin sekaligus teguran, mohon kalau Sabtu Alfamart itu bisa ditutup sementara pukul 23.00 dan dibuka kembali pada Minggu pukul 05.00,” ujarnya.

Namun pihak Alfamart dalam hal ini tetap bandel dan tetap membuka toko. Hal itu pastinya mengundang para geng motor menghabiskan waktu di tempat tersebut dan memberikan celah dilakukannya balap liar. “Tetapi tidak diindahkan, padahal jadi titik kumpul para penonton dan pembalap liar,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jabatan Sekda Kendal Dilelang Terbuka

KENDAL—Pemkab Kendal berencana mengganti Sekretaris Daerah (Sekda) dengan sistem seleksi lelang terbuka. Penggantian ini didasarkan pada Pasal 117 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang...

Jihan Raih Medali Perak Dalam OSN SMP Kota Magelang

MAGELANG –Siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (SMP Mutual) Kota Magelang Jihan Nur Azizah berhasil menorehkan prestasi di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2017...

Bank Jateng Kejar Posisi Pertama

SEMARANG – Bank Jateng mengejar peringkat pertama jumlah aset di antara 27 Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia. Saat ini aset bank milik pemprov tersebut...

Usung Konsep Edukatif dan Religius

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Cipta Pilar Persada, perusahaan property yang berpusat di Jakarta mulai melirik pasar Semarang dengan membangun apartemen Cordova Edupark. Konsep edukatif...

Kuatkan Internal, Siapkan 200 Ribu Saksi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Menjelang Pilihan Legislatif dan Pilpres 2019, sejumlah parpol mulai memperkuat basis massa. Salah satunya Partai Nasdem Jateng, menggelar Rakersus pelantikan TOT...

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama sekali nggak ”ngartis”. ANA R.D.-LATIFA N.,...