33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Banyak Aduan, Sekda Sidak Jembatan Rejosari

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Banyaknya aduan masuk ke Bupati Kendal, Mirna Annisa tentang kondisi jembatan Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, langsung ditindak lanjuti. Orang nomor satu di Kendal itu, langsung memerintahkan Sekda Mohammad Toha untuk melakukan cek lokasi.

Saat dicek, kondisinya memang sangat memprihatinkan, meskipun baru diperbaiki. Padahal, jembatan terbuat dari bambu yang merupakan penghubung Desa Rejosari dengan Desa Tunggulsari Kecamatan Brangsong.

Kepala Desa Rejosari, Qomarudin Abbas mengatakan jika jembatan sudah diperbaiki oleh warga secara bergotong royong. Tapi kondisi jembatan memang kerap hilang, karena diterpa arus deras volume air sungai yang meluap. Terutama saat musim penghujan seperti sekarang.

“Sampai Desember tahun lalu saja, jembatan ini sudah roboh dua kali. Kami memperbaiki sesuai kemampuan kami. Untuk setiap kali perbaikan, dibutuhkan kurang lebih anggaran sebesar Rp 2,5 juta untuk membeli material. Dana tersebut belum termasuk tenaga dan tukang yang memasang jembatan,” katanya, kemarin (21/1).

Ia berharap jembatan segera dibangun secara permanen, sehingga bisa menjadi jembatan penghubung warga tanpa rasa was-was jembatan roboh. “Jembatan ini juga menjadi akses utama warga untuk ke sekolah SMP dan menuju dua pasar yaitu Pasar Magangan dan Pasar Talang,” tandasnya.

Jika jembatan ini roboh, warga Desa Tunggulsari Kecamatan Brangsong melalui Kecamatan Kendal Kota yang jaraknya sejauh 10 kilometer. “Selama ini yang terjadi seperti itu, makanya kasihan anak-anak sekolah dan ibu-ibu yang ingin ke pasar,” tambahnya.

Merespon kondisi tersebut, Sekda Mohammad Toha memerintahkan agar DPUPR segera merespon keluhan warga. Solusinya bisa dianggarkan dalam APBN oleh Kementerian PUPR. Sebab di 2017 lalu, jembatan ini sudah disurvei oleh Kementrian PUPR. “Jika belum teranggarkan di APBN, perbaikan jembatan ini akan ditangani oleh BPBD melalui pos anggaran tidak terduga. Sebab kerusakan jembatan ini penyebabnya bencana alam banjir. Jadi bisa dianggarkan melalui Dana Tak Terduga (DTT),” timpalnya.

Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas PUPR Kendal, Sapto Setiawan mengatakan bahwa pihaknya akan segera mengecek ke pusat. “Selain itu, jembatan ini sudah disurvei dari Kementerian PUPR, jadi kemungkinan sudah diangarkan oleh Kementrian PUPR,” tandasnya.

Selain Jembatan Rejosari, juga Jembatan penghubung Wonosari-Pidodo, jembatan penghubung Cipluk Barat-Cipluk Timur. Jembatan sepanjang 55 meter direncanakan akan diperbaiki dengan konstruksi jembatan gantung dengan lebar 1,8 meter,” tambahnya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gelar Kejuaraan Taekwondo

SEMARANG - Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) Propinsi Jawa Tengah, akan menggelar kejuaraan taekwondo mulai dari kategori SD, SMP, SMA, dan senior di...

Optimalkan Penyaluran dengan KUR Klaster

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah dan DIJ, tahun ini akan mengembangkan Kredit Usaha Rakyat  (KUR) klaster. Yakni penyaluran KUR...

Aplikasi Jenius BTPN Direspons Positif

BALI-Sejak diluncurkan Agustus 2016, produk berbasis teknologi digital dari PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk (BTPN), yakni Jenius, mendapat respons positif dari masyarakat. Terbukti,...

We Are Back!!!

RADARSEMARANG.COM - Launching Jersey PSIS, Sabtu 17 Maret 2018, Pukul 14.00 WIB, bertempat di halaman parkir Masjid Agung Jawa Tengah. (*)

Bekali Warga Kemampuan Membuat Film Dokumenter

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang gencar melakukan gerakan dokumentasi cagar budaya. Hal ini dilakukan guna lebih mengenalkan wilayah Batang lebih luas. Karena...