33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

Terpikat Motor Penakluk Himalaya

Royal Enfield Classic 500

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Keberingasan Royal Enfield Classic 500 sudah santer di telinga pecinta motor gede (moge). Termasuk Rolla Otta. Dia penasaran ingin menjajal ketangguhan satu-satunya moge yang kuat digeber hingga puncak Gunung Himalaya.

Otta mengklaim, dialah satu-satunya warga Semarang yang punya Royal Enfield jenis ini. Dia membeli motor Inggris yang diproduksi di India ini Desember 2017 lalu dengan mahar Rp 90 jutaan. “Saya tertarik dengan tenaganya yang kuat mendaki hingga puncak Gunung Himalaya,” terangnya.

Dengan tenaga 27.2 daya kuda (DK), motor berkapasitas 499 cc ini terbilang ideal untuk menanjak ekstrim tanpa harus bersusah payah. Getaran rpm tinggi pun tidak begitu mengganggu. Torsi maksimalnya tembus 41.3 Nm/4.000 rpm, sementara daya maksimalnya 27.2 bhp/5.250 rpm.

Suara yang dihasilkan dari knalpot terdengar tetap renyah meski digeber. Benar-benar khas Royal Enfield yang tidak bisa dirasakan dari motor pabrikan Jepang. “Tidak kepikiran modif. Biar standar saja. Lagian, desainnya old school. Kalau diapa-apain malah kurang cocok,” terangnya.

Tak hanya tangguh di tanjakan, Royal Enflield bernuansa old school ini juga nyaman saat digunakan untuk jalan menurun. Rem depan-belakang yang disematkan cakram 280 mm kaliper 2 piston di depan dan teromol 153 mm ini terasa ideal.

Soal kenyamanan saat dikendarai, moge ini patut diacungi jempol. Cocok jika dipakai penghobi touring yang rela menghabiskan berjam-jam di jalan. Jok ala sadel depan dilengkapi shock jok khas motor era tahun 30-an. Bentuknya lebar dan nyaman. Sengaja dipisah antara jok depan dan belakang. Posisi duduk, pijakan kaki dan setang pun sudah didesain untuk rata-rata orang Indonesia.

Tinggi total di spesifikasi resminya, 1.050 mm. Sementara panjang 2.160 mm, dan lebar 800 mm. Tinggi motor dari tanah ke sasis terbawah cukup ideal. Yakni 135 mm dengan jarak sumbu roda 1.370 mm. “Kalau buat kota-kota, sangat nyaman. Mindah giginya halus, sistem kopling basah,” tuturnya

Dijelaskan, meski sekilas terlihah seperti motor lawas, moge ini sudah menggunakan sistem pengapian modern. Disematkan digital electronic plus sistem pengabut bahan bakar. Sistem pembakarannya pun sudah sistem injeksi.

Menurut Otta, Royal Enfiled generasi teranyar ini cukup simpel. Tidak banyak tombol yang disuguhkan layaknya model moge modern. “Memang asyik. Tapi saya tidak akan menggunakan untuk sehari-hari. Kalau pas ada mood dan momen saja,” tegasnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

720 Dhuafa Terima Bingkisan Lebaran

SALATIGA – Sebanyak 720 warga dhuafa di Kota Salatiga memperoleh bingkisan Lebaran dari Pemkot Salatiga. Bingkisan diserahkan kepada warga dhuafa yang berasal dari Kecamatan...

Waktu Zakat Fitrah

Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak Izzuddin yang saya hormati, terkait dengan zakat fitrah, benarkah zakat itu sebelum salat Id? Lalu bagaimana dengan kebiasaan masyarakat kita yang...

Kunjungi Kota Lama hingga Candi Borobudur

SEMARANG - Kapal pesiar Seabourn Encore merapat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang,  Senin (13/11) pukul 07.00. Cruise tersebut membawa 604 penumpang yang terdiri dari...

Wayang Orang dengan 2 Bahasa Asing

SALATIGA - Riuh tepuk tangan ratusan penonton terasa hangat saat menyambut pergelaran wayang orang dengan bahasa Arab dan Bahasa Inggris oleh Mahasiswa Program Kelas...

Pemesanan Paket Liburan Menurun

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemesanan paket liburan akhir tahun melalui travel agen menurun hingga 25 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan salah satunya disebabkan pola perjalanan...

Polisi Pastikan Tak Ada Uang MYR 1 Miliar di Kapal Equanimity

JawaPos.com - Penegakan hukum terhadap kapal Equanimity yang diduga hasil pencucian uang menjadi sasaran penyebar hoax. Dari akun warga Malaysia, disebut-sebut dalam kapal kontroversial...