33 C
Semarang
Selasa, 26 Mei 2020

Sudirman Targetkan Bentuk 8.559 Lumbung Desa

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Cagub Sudirman Said ingin membentuk 8.559 lumbung desa di Jateng. Keinginan tersebut cukup realistis, melihat Jateng merupakan daerah pertanian dan penyokong pangan nasional.

Salah satu pengurus tim Perjuangan Merah Putih, Wahid Ahmad mengatakan bahwa untuk mewujudkannya sekarang sudah dibentuk Majelis Desa. Lembaga tersebut bertugas mendengar sekaligus menjadi solusi persoalan di akar rumput, yakni warga desa.

“Untuk persoalan pangan, Pak Dirman telah menargetkan akan membentuk 8.559 lumbung desa. Artinya, setiap desa akan dibentuk lumbung desa,” katanya di sela-sela pembekalan Majelis Desa, salah satu pergerakan inisiasi calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said di Tegal.

Ia menambahkan, harapannya masyarakat desa tidak lagi kebingungan untuk mencukupi kebutuhannya sehari-hari, serta tidak kelimpungan ketika harga kebutuhan bahan pokok melambung harganya. “Selain itu, lumbung desa juga akan menguatkan hubungan antara petani desa dengan tetangga, termasuk dengan pemerintah desa. Sehingga, harus berjalan saling melengkapi,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, banyak keluhan di antaranya dari seorang ibu rumah tangga, membuat Siti Amalah, 46, Kaliwadas, Adiwerna Kabupaten Tegal. Ia merasakan langsung imbas kenaikan harga bahan pokok dan berharap tidak mengalami kesusahan untuk mencari kebutuhan dapurnya. “Uang untuk belanja semakin besar, sementara penghasilan keluarga tetap, karena hanya bapak yang bekerja. Karena itulah, diperlukan solusi,” katanya.

Untuk belanja beras ia harus merogoh kocek sebesar Rp 300.000 per 25 kg. Yang berarti hanya bertahan untuk mencukupi kebutuhan sekitar 20 hari. Pengeluaran itu, belum lagi ditambah untuk belanja mencukupi kebutuhan dapur.

Saat ini harga beras premium naik dari Rp 11.500 menjadi Rp 13.500 per kilogram. Sementara beras medium saat ini dijual Rp 12.500 dari sebelumnya Rp 10.000 per kilogram, dan beras sumbang sekitar Rp 9.500 dari harga semula Rp 7.000 per kilogram.

Majelis Desa merupakan ruang relawan Calon Gubernur Sudirman Said di tingkat desa maupun kelurahan untuk membuka komunikasi dan diskusi antara relawan dengan warga.

Relawan ini melakukan pergerakan hingga tingkat RT. Relawan yang tergabung di tingkat RT inilah yang akan menjadi ujung tombak Tim Relawan Pergerakan Merah Putih. “Sampai pertengahan Januari, lebih dari 400 desa telah mendeklarasikan,” tambah Wahid Ahmad. (fth/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Masyarakat Harus Ikut Berantas Korupsi

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Persoalan korupsi tidak akan selesai bila hanya diserahkan pada negara. Masyarakat harus hadir dan ikut terlibat dalam pemberantasan korupsi. Hal itu...

Berharap LNM Tetap Eksis

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Baru muncul sekitar dua bulan belakangan menjelang Ramadan, pasar malam yang dikemas lebih modern oleh sekelompok anak muda Batang dalam Limpung...

Buat Media Pembelajaran Animasi 3D

SEMARANG - Sistem dan cara guru dalam memberikan pelajaran ke siswa menjadi salah satu faktor materi diterima dengan baik. Penerimaan materi ajar yang baik,...

Pengelolaan SMA Harus Lebih Optimal

SEMARANG–DPRD meminta agar Pemprov menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi SMA/SMK di Jateng. Mulai persoalan gaji, anggaran sekolah, guru tidak tetap (GTT) dan berbagai persoalan...

Biasa Ngebut, Justru Takut Naik Sepeda Onthel

Berkendara dengan kecepatan tinggi dirasa memberikan sensasi tersendiri. Motor hancur karena terjatuh pun tidak menyurutkan hobi Nur Haqni Hayuningtyas mengendarai motor dengan kencang. Seperti...

Kartu Tani Semrawut, Pupuk Sulit

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–DPRD menyorot persoalan tata kelola pupuk bersubsidi dan kartu tani yang semrawut di Jateng. Kondisi ini membuat alokasi pupuk berkurang dan petani semakin...