33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Start Buruk Mahesa Jenar

Bhayangkara FC (1) vs (0) PSIS

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

RADARSEMARANG.COM, MALANG – Tim PSIS Semarang akhirnya harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC 1-0 pada laga perdana Grup E ajang Piala Presiden 2018 dalam laga yang digelar di Stadion Gajayana, Malang, Sabtu sore (20/1) kemarin.

Gol semata wayang tim berjuluk The Guardian dicetak oleh Jajang Mulyana di menit ke-67. Meski kalah, peluang PSIS belum habis, tim berjuluk Mahesa Jenar wajib menyapu bersih sisa dua laga yaitu versus Arema FC (25/1) dan laga pamungkas versus Persela Lamongan (30/1).

Head Coach PSIS, Subangkit menurunkan the winning team sejak kick off dengan skema 3-4-3. Di bawah mistar, Subangkit menurunkan Aji Bayu Putra. Kemudian trio Petar Planic, Haudi Abdillah dan Rio Saputro turun sejak awal.
Di fullback, Subangkit mempercayai Gilang Ginarsa si kanan dan Frendi Saputra di kiri. Kemudian duo breaker Ibrahim Conteh dan Hapit Ibrahim diberi tugas menjaga keseimbangan.

Sedangkan di depan, pelatih asal Pasuruan itu menurunkan trio Hari Nur di sayap kanan, Komarudin di sayap kiri dan Bayu Nugroho diberi tugas sebagai lone striker. Hasilnya cukup lumayan, babak pertama Mahesa Jenar mampu mengembangkan permainan sayap mereka.

Di kubu The Guardian, coach Simon McManamy menurunkan dua pemain asingnya yaitu Vladimir Vujovic di belakang dan Paulo Sergio yang tampil sebagai playmaker. Bomber naturalisasi, Herman Dzumafo Efendi juga turun sejak awal. Di babak pertama kedua tim harus puas bermain imbang 0-0.

Memasuki babak kedua baik PSIS maupun Bhayangkara FC tampak ingin melakukan perubahan. Coach Subangkit mengisi tenaga baru di pos sayap dengan memasukkan Gustur Cahyo menggantikan peran Komarudin.

Di kubu Bhayangkara, dua legiun asing mereka, Lee Yu Jun dan James Charles Mack dimasukkan. Hasilnya, di menit ke-67 Bhayangkara FC mampu unggul melalui gol Jajang Mulyana yang memanfaatkan crossing Paulo Sergio.

Tertinggal satu gol, coach Subangkit mencoba menurunkan tenaga baru.
Akbar Riansyah masuk menggantikan Gilang Ginarsa dan M Yunus menggantikan peran Hapit Ibrahim di tengah.
Perubahan komposisi sebenarnya membuat Mahesa Jenar menguasai pertandingan. Bahkan tercatat Haudi Abdillah dkk mampu melakukan 20 kali percobaan, meski akhirnya gagal menyamakan kedudukan dan skor 1-0 untuk kemenangan Bhayangkara bertahan hingga laga usai.

Coach Simon McManamy mengakui anak asuhnya masih belum maksimal meski berhasil menang 1-0 di laga perdana. Mantan juru taktik Timnas Philipina itu mengakui kondisi hujan dan buruknya permukaan lapangan membuat timnya sulit mengembangkan permainan.
“Kami di awal sudah menyiapkan permainan yang cantik. Namun ternyata kondisi lapangan cukup berat sehingga semua berjalan tidak sesuai yang kami inginkan. Beruntung kami bisa mencetak gol,” kata Simon.
Pelatih berpaspor Skotlandia itu juga mengakui kondisi fisik Jajang Mulayana masih belum sesuai harapan. “Bisa dilihat dalam 20 menit terakhir kami kecapekan. Harus diakui persiapan cukup mepet, kami tidak punya banyak waktu setelah jeda kompetisi kemarin,” bebernya.
Di kubu Mahesa Jenar, coach Subangkit mengakui finishing touch PSIS masih belum sesuai harapan. Itu terbukti banyaknya peluang yang gagal dikonversikan menjadi gol. “Support dari lini tengah masih kurang. Kami tadi (kemarin, red) banyak main di sayap tp support lini tengah hanya ada satu dua pemain yang muncul,” kata Subangkit.
Subangkit berharap Haudi Abdillah dkk bisa tampil lebih baik di laga versus Arema.”Di pertandingan pertama kita belajar banyak karena kami statusnya tim promosi. Selain itu lawan Arema Fc juga sudah sama-sama tahu karena kami sudah dua kali uji coba,” pungkasnya. (bas/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bupati Janji Segera Diperbaiki Jalan Kandangserang

KAJEN - Lantaran jalan utama rusak selama lebih dari 10 tahun dan belum juga diperbaiki, warga Desa Klesem, Bubak dan Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten...

Pindah Pedagang Kanjengan Ditunda 2019

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Meski pembangunan Pasar Johar Baru tahap I di lahan eks Kanjengan telah 100 persen, pedagang tidak jadi dipindah tahun 2018 ini....

Rescue Perindo Jateng Siap Layani Permintaan Fogging

SEMARANG – Ancaman wabah demam berdarah dengue (DBD) masih terus mengincar warga Kota Semarang, baik di perkampungan, perumahan padat penduduk maupun perumahan elite. Untuk...

Penemu Wajan Raksasa dapat Penghargaan

PURWOREJO—Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah memberikan penghargaan kepada Widodo Hadipranoto, warga Kelurahan Kutoarjo Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo, Senin (23/1). Widodo juga mendapatkan...

Baru Kali Ini Ada Yang Sampai Naik Pohon buat Joget (12)

Sembilan lagu Didi Kempot berhasil menggoyang panggung dan ribuan penonton Synchronize Fest 2019 sampai pukul 1 dini hari. Sebenarnya sudah siap tampil di festival...

Hadirkan Dakon Raksasa Untuk Berbuka

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Memanfaatkan momentun bulan suci Ramadan, Hotel Chanti Semarang menghadirkan konsep buka buasa yang tidak biasa. Yakni menghadirkan Buka Puasa Dakonan. “Konsepnya hampir sama dengan...