33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Fasilitas Rusak, Dipakai Mabuk

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – MUDAH membuatnya, sulit merawatnya. Ya, itu yang menjadi problem dalam setiap pembangunan fasilitas publik, termasuk membangun taman. Sebab, kini tak sedikit taman yang sudah dibangun kembali rusak. Salah satunya Taman Bangetayu, Genuk. Banyak paving block yang sudah bergeser dari posisi semula. Selain itu, tempat permainan anak-anak juga tidak tertanam dengan baik di tanah. Kondisi ini dinilai membahayakan ketika digunakan oleh anak-anak.

Ditambah lagi, dari sejumlah tempat sampah yang ada di taman, beberapa pegangan tutup sampah sudah terlepas. Bahkan beberapa tempat sampah sudah tidak terpasang tutupnya. Tutup tempat sampah tergeletak beberapa meter dari lokasi tempat sampah.

Selain fasilitas yang rusak, Taman Bangetayu juga penuh dengan sampah yang menumpuk di sejumlah titik. Seperti di bawah tulisan Taman Bangetayu, di sejumlah tempat duduk, hingga di selokan. Bahkan di arena jogging  juga berserakan sampah berupa daun maupun sampah plastik bekas makanan dan minuman, selain juga ditumbuhi rumput liar.

Lebih buruknya, sejumlah tempat sampah, isinya dibiarkan penuh, sehingga menimbulkan aroma kurang sedap dari sampah organik yang mulai mengalami pembusukan. Kondisi ini diperparah dengan toilet taman yang juga terlihat sangat kotor.

Meskipun demikian, Mulyono, 45, warga Sembungharjo sangat mengapresiasi kehadiran taman yang ada tepat di samping kantor Kelurahan Bangetayu Wetan ini. Ia menilai, adanya taman bisa mengurangi PKL yang biasanya menimbulkan kekumuhan.  ”Sangat bagus. Tapi kok ini malah seperti tak terawat juga,” terang bapak tiga anak ini saat mampir di Taman Bangetayu.

Tidak hanya kebersihan dan sejumlah fasilitas yang mulai rusak, taman ini juga kerap digunakan oleh sejumlah pelajar SMA untuk menenggak minuman keras. Mereka bergerombol di salah satu arena bermain untuk memutar gelas. Parahnya, mereka juga menaikkan sepeda motor mereka ke arena jogging track.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Taman Halmahera Ramah Difabel

Pekerja sedang mengecat Taman Halmahera Kota Semarang, Rabu (6/12) kemarin. Taman bunga yang dilengkapi berbagai fasilitas bermain anak-anak dan ramah difabel ini, merupakan program...

Ajak Masyarakat Kendalikan Sampah Plastik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengimbau masyarakat untuk mengendalikan sampah plastik. Meski Semarang memiliki Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seluas 67 hektare...

Guru SMK 3 Penampar Siswa Hanya di SP 1

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Oknum guru SMK Negeri 3 berinisial P yang diduga melakukan penganiayaan terhadap siswanya terancam mendapatkan sanksi tegas. Pun dengan siswa yang...

Pelni Kucurkan Dana Rp 1,4 M

SEMARANG-PT Pelni (Persero) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), menyalurkan dana kemitraan sebesar Rp 1,4 miliar kepada 40 petani tambak di wilayah Demak...

SMKN 3 Jaring Calon Siswa Berkualitas

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Banyaknya prestasi yang diraih SMKN 3 Kota Magelang dalam bidang tata kecantikan baik tingkat provinsi maupun nasional, mendorong sekolah ini berupaya...