Kartu anggota korban Aiptu Samsul Huda. (ISTIMEWA)
Kartu anggota korban Aiptu Samsul Huda. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM – DI mata para tetangganya Aiptu Samsul Huda dikenal sebagai sosok pendiam. Samsul yang meninggalkan seorang istri, Yuli, dan seorang anak, juga kerap berpindah-pindah rumah. Berdasarkan alamat di kartu identitasnya, tertulis Jalan Candi Mutiara Timur IV No 337, Kelurahan Kalipancur, Kecamatan Ngaliyan. Namun saat Jawa Pos Radar Semarang melakukan penelusuran di alamat tersebut, rumah kecil yang ditempati korban sudah berpindah ke tangan orang lain.

“Sudah tidak tinggal di sini, sudah setahun pindah. Rumahnya sudah dibeli orang. Tadi juga banyak orang datang kesini,” ungkap Budi, warga Jalan Candi Mutiara Timur IV saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (20/1).

Menurut pria yang tinggal persis di depan bekas rumah Samsul itu, korban dikenal baik kepada tetangga, namun cenderung pendiam. Korban sendiri dikenal sangat aktif dengan kegiatan kampung tersebut. “Orangnya baik Mas kalau di sini. Sering ikut kegiatan warga  pas tidak dinas. Istrinya juga baik, ramah dengan tetangga,” katanya.

Namun sejak Samsul pindah rumah, sudah tidak pernah berkomunikasi. Informasi terakhir yang diperoleh Budi, korban pindah ke wilayah Mijen.

“Yang saya dengar pindah di Mijen, di perumahan belakang Pasar Ace. Para tetangga di sini juga kaget, awalnya tidak percaya kalau dia meninggal dibunuh,” ujarnya.

Informasi yang diperoleh dari anggota Polsek Mijen, korban pernah tinggal di daerah belakang Pasar Ace tersebut. Namun, belakangan ini, korban diketahui sudah tidak menempati rumah di lokasi tersebut dan sudah berpindah lokasi.