33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Bangun Religiusitas Pelajar di Zaman Now

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – SEIRING derap lajunya arus informasi, komunikasi, dan berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat pada zaman now dewasa ini. Muncullah berbagai gejolak yang bersifat anarkhis, vandalis, serta amoral, yang dilakukan oleh sebagian kecil remaja. Sekalipun tidak menutup mata bahwa masih banyak remaja yang berkarakter serta berprestasi dalam berbagai bidang. Namun fenomena yang memprihatinkan pada sebagian kecil potret pelajar itu patut segera direspons. Karena keberadaan remaja sangat strategis sekali dalam menentukan masa depan suatu bangsa. Di sinilah membangun religiusitas pelajar menjadi prioritas masalah yang harus segera mendapat perhatian, mengingat sekolah merupakan produk masa depan, harapan jangka panjang dari masyarakat untuk bisa mencetak pemimpin-pemimpin bangsa yang beriman dan bertakwa yang akan mampu menyelamatkan bangsa dari kehancuran dan laknat dari Allah SWT.

Degradasi moral di kalangan pelajar itu ditandai dengan kenakalan siswa, yakni pelanggaran tata tertib sekolah (memakai atribut yang tidak sesuai dengan yang ditetapkan), budaya siswa menyontek, kurang menghormati/menghargai kepada orang tua/guru, penggunaan obat-obat terlarang, beredarnya gambar/VCD porno, merebaknya tawuran antarsiswa, terjadinya praktik-praktik pacaran yang meresahkan maupun mangkirnya siswa dari sekolah. Kondisi ini lebih diperparah lagi dengan hadirnya hal-hal yang kurang kondusif dari unsur di luar siswa, seperti kurangnya keteladanan orang tua/guru/pejabat maupun lingkungan masyarakat. Maraknya narkoba, penyalahgunaan seksual, merebaknya miras, VCD/gambar porno yang sangat mudah diunggah via internet, merajalelanya berbagai kriminalitas, korupsi, prostitusi, vandalism, maupun penyimpangan-penyimpangan lain dalam norma agama, susila, kesopanan, serta norma hukum.

Kiat-kiat maupun strategi untuk bisa membangun religiusitas pelajar pada zaman now, yakni, pertama, mengefektifkan secara penuh pembelajaran siswa di sekolah. Kedua, adanya keteladanan sikap, ucapan, perilaku dari guru, karyawan, pemimpin masyarakat, pejabat maupun pemuka masyarakat. Ketiga, membudayakan sentuhan-sentuhan keagamaan hadir di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Keempat, guru Pendidikan Agama harus meningkatkan abilitas, kreativitas, dan profesionalisme dalam mengoptimalkan instrumen pembelajaran.

Kelima, pengadaan kegiatan ekstrakurikuler (EK) yang mendukung keberhasilan Pendidikan Agama. Keenam, membentuk forum silaturrahim antar guru, orang tua dan siswa itu sendiri  yang dapat memantapkan terbangunnya religiusitas pelajar. Ketujuh, mendorong atau meningkatkan peran serta pihak-pihak yang berpotensi membantu mewujudkan lingkungan sekolah yang religius. Kedelapan, perlunya penindakan secara tegas dan berkesinambungan terhadap tindakan penyalahgunaan narkoba, penggunaan miras, tindak kriminalitas, prostitusi, peredaran VCD /gambar porno oleh pihak yang terkait. Kesembilan,  pentingnya seleksi secara ketat terhadap produk-produk media massa yang dapat memupuk kepribadian yang tidak baik terhadap generasi muda.

Bangun religiusitas bagi pelajar pada zaman now dapat diwujudkan melalui  lima strategi yang harus dilaksanakan. Pertama, optimalisasi Pendidikan Agama, PKn, dan pemantapan nilai  moral dari seluruh guru. Kedua, integrasi Imtak dan Iptek. Ketiga, penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung. Keempat, penciptaan suasana sekolah yang kondusif. Kelima, adanyakerjasama yang harmonisantarasekolah, orang tua, danmasyarakat.

Mewujudkan religiusitas bagi siswa menuntut adanya kerja sama yang baik antara guru, karyawan, pimpinan sekolah, orang tua siswa, lembaga yang terkait, masyarakat, serta peserta didik itu sendiri. Kiat-kiat mewujudkan religiusitas di sekolah tersentral pada peranan aktif seorang guru PAI. Untuk itu, seorang guru PAI dituntut memiliki kreativitas dan inisiatif yang tinggi, serta berkeharusan mengoptimalkan seluruh instrumen pembelajaran secara efektif dan terpadu. (tj3/aro)

Guru PAIBP SMA Negeri I Boja Kendal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...