32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Sering Ngantuk, Tanda Hormon Terpuruk?

Tanya dr Andi:

RADARSEMARANG.COM – Saya seorang pria berusia 43 tahun, sekarang sering merasa ngantuk dan lesu. Begitu juga Mr P saya, kurang bisa tegang maksimal. Apakah ini tanda hormon yang menurun? Bagaimana solusinya dok? Terimakasih dr Andi.

(Bpk Y di Smg)

Jawab dr Andi:

Hormon testosteron memegang peranan penting bagi pria, fungsinya adalah: 1) Memicu perkembangan organ reproduksi internal dan eksternal laki-laki selama tahap perkembangan janin. 2) meningkatkan produksi sperma pada masa kehidupan dewasa. 3) Memberi sinyal ke tubuh untuk membuat sel-sel darah baru. 4) Membuat otot dan tulang tetap padat dan membesar. 5) Menjaga libido/ gairah seksual. 6) Berperan dalam munculnya tanda perubahan fisik dari anak laki-laki menjadi seorang pria atau pubertas, yang meliputi: a) Pertumbuhan penis, testis, dan kelenjar prostat. b) Pertumbuhan rambut wajah, rambut badan, dan rambut kemaluan. c) Perubahan pada suara yang bertambah berat. d) Meningkatkan tinggi badan dan menambah massa otot dan tulang.

Bila kekurangan hormon testosteron akan diakibatkan oleh produksi testosteron yang rendah dan dapat menjadi penyebab terjadinya disfungsi ereksi. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, testosteron yang rendah dapat menyebabkan perubahan suasana hati pada laki-laki; kurang termotivasi hingga munculnya rasa sedih. Testosteron memang sangat berperan pada kehidupan laki-laki sehari-hari, tidak hanya berperan pada sistem reproduksi saja. Ketika testosteron tidak digunakan untuk aktivitas seksual yang cukup lama, maka hal ini dapat membuat testosteron yang diproduksi berkurang.

Cara meningkatkan hormon testosteron: 1) Melakukan aktivitas adrenalin, seperti latihan beban dengan tujuan memberikan tekanan di bagian otot tubuh dan membantu kinerja organ jantung akan membantu menstimulasi tubuh agar memproduksi hormon testosteron lebih banyak. Hal tersebut dikarenakan antara adrenalin dengan hormon testosteron dalam pembentukan sel otot tubuh. Pada umumnya, tubuh memerlukan testosteron demi membentuk massa otot lebih padat. Karena itulah, tubuh dapat memproduksi hormon testosteron sesudah berolahraga. 2) Dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur. Sebab testosteron berhubungan dengan sistem metabolisme dalam tubuh. Jadi bagi mereka yang memiliki waktu tidur yang kurang biasanya mengalami gangguan pada fungsi metabolisme. 3) Faktor pola makan yang tak seimbang atau dikarenakan program diet khusus, tak jarang seseorang hanya mengonsumsi terlalu sedikit lemak, kalori ataupun protein untuk jangka panjang. Pola makan yang tak seimbang tersebut dapat memicu turunnya kadar testosteron dalam tubuh.  (www.dokterAndi.com)

Kepustakaan:

Peter JS,  Bhasin S, et al. Effects of Testosterone Treatment in Older Men. N Engl J Med 2016; 374:611-624

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here