33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Siklon Cempaka, Nelayan Tak Melaut

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL — Cuaca buruk dengan angin kencang dan gelombang air laut yang tinggi hingga 3 meter dalam sepekan ini, menyebabkan nelayan tak berani melaut. Pasalnya, tinggi gelombang tersebut sudah melebihi batas aman bagi nelayan untuk melaut.

“Saat ini, tidak ada nelayan yang melaut. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tawang yang biasanya ramai orang berjualan ikan hasil tangkapan, kini sepi. Yang ada hanya beberapa nelayan yang memantau cuaca laut melalui papan informasi yang selalu diperbarui oleh Pihak BMKG teks LED berjalan,” kat Kepala Pelabuhan Kapal Ikan Dukuh Tawang Desa Gempolsewu, Rowosari, Imam Kadarusman, Jumat (19/1) kemarin.

Selain cuaca ekstrim, jelasnya, disusul akan adanya siklon atau sebuah wilayah atmosfer bertekanan rendah yang bercirikan pusaran angin yang berputar di tengah perairan laut. Ada dua prediksi siklon yang muncul yakni siklon cempaka dan dahlia. “Siklon ini mengakibatkan ombak besar melebihi batasan normal. Biasanya maksimal ombak tertinggi bagi nelayan tradisional adalah 1,5-2 meter. Tapi sekarang ini bisa mencapai 2-3 meter lebih. Sehingga nelayan memilih tidak melaut,” tandasnya.

Tingginya gelombang laut sebenarnya sudah dimulai sejak Desember. Tapi saat tengah Desember, gelombang sempat normal kembali. “Pekan kedua bulan ini gelombang kembali tinggi,” tambahnya.

Di Tawang sendiri ada 1.000 lebih perahu yang akhirnya hanya bersandar di tepi pantai menunggu cuaca laut aman. “Hanya perahu besar atau kapal tongkang yang berani melaut, itupun jumlahnya beberapa saja,” imbuhnya.

Hal serupa terjadi di Nelayan Bandengan, Kecamatan Kota Kendal. Lurah Bandengan, Mujiono mengatakan jika hampir 95 persen nelayan di Bandengan tidak ada yang melaut. “Kalaupun ada yang melaut, kebanyakan merugi karena cuaca yang buruk dengan gelombang dan angin kencang,” kata Mujiono.

Karena itu, Mujiono berharap, para nelayan untuk selalu mengikuti perkembangan cuaca dari BMKG. Jangan sampai ada nelayan yang nekat melaut dalam kondisi yang membahayakan.

Sementara Bupati Kendal Mirna Anissa menyikapi kondisi nelayan di Kendal yang tengah terpuruk, memberikan bantuan beras. Selain itu, mengkoordinir jajaran pimpinan Pemkab Kendal (Sekda dan para kepala OPD ) mengumpulkan beras untuk diberikan pada nelayan yang tidak bekerja. “Secara spontan kami berembug turut membantu masyarakat yang terdampak harga beras dan terdampak cuaca. Akhirnya diputuskan dengan memberikan bantuan beras pada para nelayan Kabupaten Kendal,” kata Mirna. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bisnis Sate Taichan

RADARSEMARANG.COM - BERMODAL pas-pasan, namun kini Helena Yupita Ekaristi telah memetik hasil dari bisnis kulinernya. Meski terhitung baru, Helen --sapaan akrabnya-- sudah bisa meraup...

Cintai Buku, Buka Perpustakaan Gratis

UNGARAN–Tak ingin koleksi buku yang dimiliki tak terbaca, Supardi Kahfa dan istrinya membuka perpustakaan gratis di Perumahan Bukit Asri Ungaran. Perpustakaan bernama Ken Maos...

Tenaga Kesehatan Puskesmas Belajar Jurnalistik

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Puluhan tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas di wilayah Demak kemarin belajar bersama tentang teknik menulis berita jurnalistik. Kegiatan yang berlangsung...

Tunjukkan Wanita Bisa Berkarya

Menjadi pimpinan sebuah perusahaan ataupun sebuah instansi bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika perusahaan tersebut dipimpin oleh wanita. Secara langsung ataupun tidak, hasil pekerjaan...

PBP Jadi Pengungkit Ekonomi

PEKALONGAN–Pekan Batik Pekalongan (PBP) 2017 Kota Pekalongan yang diharapkan menjadi pengungkit ekonomi rakyat, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Menteri Koperasi (Menkop) UKM, Agus Muharram,...

Tingkatkan Personel, Antisipasi Kebakaran Hutan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Mamasuki musim kemarau, Perum Perhutani berusaha meminimalisir kebakaran hutan di wilayah Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan pengamanan personel di kawasan hutan milik Perhutani...