Ratusan Pekerja Belum Dibayar

Proyek Johar MAJT Tahap II

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG Polemik pengerjaan proyek tempat relokasi tahap II Pasar Johar di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) hingga kini belum ada kejelasan. Diperkirakan ada ratusan pekerja yang mengerjakan proyek untuk menampung pedagang Yaik Baru tersebut belum dibayar.  Para pekerja tersebut berada di bawah sejumlah subkontraktor yang mengerjakan proyek dengan kontraktor PT Uno Tanoh Seuramu. PT Uno sendiri telah resmi diputus kontrak oleh Pemkot Semarang karena tidak bisa menyelesaikan pekerjaan 100 persen hingga batas waktu yang ditentukan.

Hal itu mengakibatkan polemik intern antara PT Uno dengan para subkontraktor. Para subkontraktor hingga sekarang tidak dibayar oleh PT Uno. Tentu saja dampaknya subkontraktor tidak bisa membayar para pekerja.

“Sampai sekarang belum ada kejelasan, kami para subkontraktor sama sekali belum dibayar,” kata salah satu subkontraktor pengurukan tanah, Adam, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (19/1).

Dikatakan, pembayaran itu murni tanggungan PT Uno kepada para subkontraktor. Pihaknya mengaku telah berkali-kali meminta kejelasan mengenai pembayaran dari PT Uno. Tetapi PT Uno tidak bisa memberi jawaban yang jelas.

“Kasihan para pekerja, mereka punya keluarga. Kami meminta agar Dinas Perdagangan membantu memediasi agar masalah ini tidak berlarut-larut. Paling tidak PT Uno harus dipanggil dinas,” harapnya.

Dikatakannya, pihak PT Uno hingga saat ini masih memiliki tanggungan membayar utang kepada para subkontraktor. “Saya saja untuk pengurukan mengeluarkan modal kurang lebih Rp 300 juta, untuk subkontraktor baja kurang lebih Rp 800 juta, subkontraktor paving kurang lebih Rp 400 juta, subkontraktor saluran kurang lebih Rp 100 juta. Itu belum pekerja harian yang masih banyak belum terbayarkan. Ya, bisa sampai Rp 2 miliar lebih,” katanya. 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -